Terlalu Gemuk, Chef Ini Diusir dari Selandia Baru

Terlalu Gemuk, Chef Ini Diusir dari Selandia Baru

Fitria Rahmadianti - detikFood
Kamis, 01 Agu 2013 15:51 WIB
Foto: Grahame Cox
Jakarta - Malang nasib Albert Buitenhuis. Setelah enam tahun bekerja di Selandia Baru, chef ini tak bisa memperpanjang visa kerjanya. Alasannyapun terdengar tak masuk akal, yakni karena ia terlalu gemuk.

Buitenhuis diminta angkat kaki dari Christchurch, tempat ia tinggal beberapa tahun belakangan, karena dinilai tak memenuhi standar kesehatan Selandia Baru. Padahal, sejak pindah ke negara tersebut, chef asal Afrika Selatan ini telah menurunkan berat badannya sebanyak 32 kg.

"Ironis, karena saat ini berat badannya lebih ringan dibanding saat pertama kali kami tiba di Selandia Baru. Juga lebih rendah dibanding catatan medisnya yang dulu diterima (oleh petugas imigrasi)," keluh Marthie, istri Buitenhuis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada The Sun (27/07/13), Marthie bercerita bahwa mereka membuat visa kerja dari tahun ke tahun dan tak ada masalah. "Mereka tak pernah menyebutkan berat badan atau kesehatan Albert, padahal ia dulu jauh lebih gemuk," tutur Marthie.

Menurut pejabat imigrasi, pria dengan berat 127 kg ini akan membebani badan kesehatan Selandia Baru karena berisiko diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung. "Penting bagi semua imigran untuk memiliki standar kesehatan layak untuk meminimalisir biaya dan permintaan badan kesehatan Selandia Baru," ujar juru bicara imigrasi.

Namun, menurut penasihat imigrasi berlisensi Mike Bell, Selandia Baru kekurangan chef. Jadi, negara ini akan mendapat manfaat jika pasangan ini diberi izin tinggal. Apalagi mereka taat pajak.

β€œIa telah melakukan kewajibannya. Ia adalah anggota masyarakat yang berguna... dan ia telah menurunkan berat badan... Menurut saya dia punya sesuatu yang lebih besar untuk diberikan kepada Selandia Baru daripada kerugian yang harus ditanggung negara ini (karena mendeportasinya),” Bell berpendapat, seperti dikutip dari Stuff.co.nz (30/07/13).

Marthie mengatakan, jika tak dibantu oleh gereja, teman-teman, dan keluarga, mereka sudah jatuh miskin. β€œKami tak punya uang lagi... Kami akan berada dalam masalah besar,” katanya.

Mereka berharap bisa tetap tinggal. β€œKembali ke negara asal kami bukanlah pilihan. Kami cinta Christchurch, kami telah melalui gempa bumi di sini, kami sangat mencintai tempat ini. Inilah rumah kami,” ujar Marthie. Setelah visa kerja mereka ditolak Mei lalu, kini mereka sedang memohon bantuan ke menteri imigrasi.

Menurut data Food and Agricultural Organization PBB, Selandia Baru adalah salah satu negara maju dengan angka obesitas tertinggi di dunia, yakni 26%. Warga Selandia Baru, termasuk yang tinggal dengan izin kerja seperti Buitenhuis, menerima banyak layanan kesehatan secara gratis.

Berdasarkan informasi yang dilansir New Zealand Herald, pada 2006, badan kesehatan swasta dan negeri telah menghabiskan $624 juta (Rp 6,4 triliun) untuk layanan kesehatan terkait kegemukan.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads