Pada masyarakat Betawi, ketupat biasa disebut tupat. Dilansir dalam Jakarta.go.id (23/08/2013) pada zaman dahulu, masyarakat Betawi menyertakan daun pandan dalam rebusan ketupat supaya wangi dan legit. Merayakan kemenangan yang tepat pada 1 Syawal (Lebaran), masyarakat datang ke pantai untuk berpesta dengan membawa ketupat.
Salah satu tradisi unik masyarakat Betawi yang saat ini mulai jarang terlihat adalah tradisi ketupat lepas. Sebagai pertanda ikrar pemenuhan nazar si pembuat hajat. Upacara yang biasanya dilakukan saat resepsi pernikahan ini dimulai dengan tetalu, iringan musik yang mengajak para masyarakat berkumpul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tradisi ketupat lepas ini juga dilakukan di Bangka, tapi dengan beberapa perbedaan. Ketupat yang 'dilepas' hanya berupa anyaman janur dan fungsinya menolak bala sehingga kebersaamaan masyarakat tidak terganggu.
Dalam hidangan Betawi, jodoh tupat sebagian besar adalah hidangan berkuah santan. Hidangan yang paling terkenal adalah tupat sayur Betawi dengan kuah santan gurih semburat pedas bersama isian seperti pepaya muda atau labu siam dan buncis. Tidak lupa tambahan semur tahu tempe dan kerupuk kanji.
Opor ayam dengan kuah santan putih kekuningan juga terkenal sebagai pendamping tupat. Ketupat babanci adalah salah satu hidangan yang hampir punah, uniknya hidangan ini berbahan dasar daging sapi dan daging kelapa dengan kuah santan berempah hampir mirip gulai.
Sedangkan tupat laksa adalah hasil racikan ketupat, kecambah, daun kemangi. Isian disiram dengan kuah santan dengan aneka bumbu dan udang rebon halus. Hidangan ini disajikan dengan tambahan lauk seperti tahu, tempe, jengkol, telur, hingga daging semur. Selain itu, lauk khas pendampingnya adalah sate daging manis.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN