Unika Atma Jaya Akan Buka Pogram Studi Teknologi Pangan Tahun Depan

- detikFood Jumat, 21 Jun 2013 09:33 WIB
Foto: Detikfood Foto: Detikfood
Jakarta - Menjawab kebutuhan masyarakat, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya membuka Program Studi Teknologi Pangan, di Fakultas Teknobiologi, Program studi ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang bisa mengembangkan industri pangan lokal.

Pengembangan kualitas produk pangan di Indonesia masih sedikit. Karena itulah dibutuhkan banyak lulusan dari program studi Teknologi Pangan yang berkualitas. Dengan begitu produk pangan lokal maupun global jadi lebih bermanfaat dan berkembang.

Karenanya Fakultas Teknobiologi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya tergerak untuk membuka program studi Teknologi Pangan. Pembukaan program inipun didukung oleh Nutrition Research Center dalam bentuk ikut mempromosikan program studi yang rencananya akan dibuka tahun depan.

“Kami meyakini bahwa pembukaan program studi ini sangat sejalan dengan apa yang sudah kami lakukan sebelumnya dan berharap peluang yang dibuka oleh program studi ini juga dapat dimanfaatkan oleh para generasi muda sebagai gerbang awal karir.” jelas Susana STP, MCS, PD Eng, Head of Nutrifood Research Center Division, saat jumpa pers (20/6).

Rencananya, program studi ini memiliki kurikulum yang sedikit berbeda dengan Universitas lainnya. Pada semester pertama hingga empat, mahasiswa akan diberikan mata kuliah Teknobiologi modern seperti Nutrigenomics atau Personalized Nutrition. Setelah itu lebih fokus pada mata kuliah Teknologi Pangan.

“Kurikulum dirancang sedemikian rupa sehingga lulusannya diharapakan memiliki kompetensi untuk mengembangkan Teknologi Pangan dan Teknobiologi.” imbuh Dr. Diana Elizabeth Waturangi, M.Si selaku Dekan Fakultas Teknobiologi Unika Atma Jaya yang turut hadir.

Di semester akhir, tiap mahasiswa diwajibkan melakukan penelitian pangan yang bisa dilakukan di negara tetangga. Seperti Singapura, Thailand, Korea dan masih banyak lainnya. Atau juga di perusahaan makanan yang berada di Indonesia.

Sebagai penunjang dalam belajar, universitas pun menyediakan fasilitas laboratorium dengan peralatan lengkap. Laboratoriumnya juga bisa digunakan untuk penelitian mahasiswa S1, S2 maupun S3. Baik dari mahasiswa Unika Atma Jaya maupun dari Universitas lain.

“Pengetahuan tentang Nutrigenomics atau Personalized Nutrition akan memberikan kesempatan untuk dapat memformulasikan kebutuhan nutrisi yang sesuai untuk tiap individu. Sehingga masyarakat semakin paham akan sains dan semakin peduli dengan kualitas hidup sehat.” tambah Prof. Antonius Suwanto, M.Sc - Professor DNA Technology & Gene Expression UNIKA Atma Jaya.



(dyh/odi)