Ada Chicken Adabo dan Tarian Filipina di Satoo Shangri-La

Ada Chicken Adabo dan Tarian Filipina di Satoo Shangri-La

Fitria Rahmadianti - detikFood
Selasa, 23 Apr 2013 14:37 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Hidangan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Thailand mungkin sudah tak asing di lidah kita. Di kota-kota besar di Indonesia, cukup banyak restoran yang menyajikan hidangan khas Asia Tenggara ini. Namun, pernahkah Anda mencicipi hidangan Filipina?

Kalau belum pernah, Anda bisa mampir ke restoran Satoo di Shangri-La Hotel Jakarta. Selama 15-25 April 2013, restoran ini menyajikan berbagai hidangan khas Filipina yang disiapkan oleh chef-chef tamu dari Manila, Filipina. Mereka adalah Sonny Jorges Almandres dan Michael Licas Macatiag dari Edsa Shangri-La Hotel serta Paul Samonte dari Traders Hotel.

Filipina yang punya lebih dari 7.000 pulau memiliki kuliner beragam karena perbedaan bahan yang tersedia di setiap daerah. Hidangannya juga mendapat pengaruh dari beberapa budaya, di antaranya Spanyol, Cina, Melayu, dan Amerika.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahan-bahan yang digunakan dalam masakan Filipina mudah ditemukan di Indonesia. Makanan pokoknya juga nasi. Meski cenderung asam dan asin, secara keseluruhan citarasa hidangan Filipina cocok di lidah orang Indonesia.

Untuk menghangatkan perut, mulailah acara bersantap dengan tinolang manok. Sup ini berisi daging ayam, potongan pepaya muda atau labu siam, kangkung, serta irisan cabai rawit. Hangat jahe kuat terasa saat menyeruput kuah beningnya, disusul dengan gurih kecap ikan serta aroma halus bawang Bombay.

Jangan lupa cicipi juga ginisang munggo. Hidangan ini berupa kacang hijau yang dimasak dengan bayam dan daging kambing untuk menggantikan daging babi. Rasanya seperti menyantap bubur kacang hijau versi gurih asin.

Di sini ada chicken adobo, ayam yang dimasak dengan cuka dan bumbu-bumbu lainnya sehingga berwarna cokelat. Chicken adobo sering disebut-sebut sebagai hidangan nasional Filipina.

Selain itu juga ada pinakbet (sayur-sayuran yang dikukus dengan saus ikan atau udang), fillet ikan yang dimasak dengan kari putih, kepiting isi kukus, serta hidangan sejenis nasi goreng. Sebagian makanan Filipina menggunakan babi, namun di Satoo hidangan ini dipisah.

Jahe kembali digunakan dalam sajian Filipina, namun kali ini dipadukan dengan madu sebagai jeli. Ubi ungu atau ube banyak dipakai dalam dessertnya, mulai dari es krim, kue sus, sampai halo-halo. Halo-halo adalah dessert sejenis es campur yang isinya bisa dikreasikan sesuai selera.

Kalau suka yang manis lembut, ada leche flan atau creme caramel yang terbuat dari telur dan susu, lalu disirami saus karamel encer. Pengaruh Spanyol juga terlihat pada kue-kue dan dessert khas Filipina.

Selain lewat kekayaan kulinernya, para tamu juga dapat mengenal budaya Filipina dengan menyaksikan pertunjukan musik dan tari tradisionalnya. Para pemusik dan penari dari Bayanihan Dance Company akan menghibur Anda saat santap malam pada 20-25 April 2013.

Dengan membayar Rp 351.000/orang, Anda dapat mengenal budaya Filipina lewat kuliner dan keseniannya. Selain itu, Anda juga berkesempatan memenangkan perjalanan ke Manila dengan Cebu Pacific dan menginap di Edsa Shangri-La Hotel atau Traders Hotel.

Acara ini didukung oleh Kedutaan Besar Filipina dan National Commission for Culture and the Arts (NCCA). Tertarik? Segera pesan tempat di 021-29399565.

(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads