Festival Ayam dan Telur Akan Kembali Digelar

Festival Ayam dan Telur Akan Kembali Digelar

- detikFood
Kamis, 11 Okt 2012 11:00 WIB
Foto: detikFood
Jakarta -

Dibandingkan dengan negara Asia lainnya, konsumsi ayam dan telur masyarakat Indonesia masih rendah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan konsumsi ayam dan telur. Karenanya sebuah festival untuk mempromosikan konsumsi ayam dan telur akan digelar.

Telur dan ayam merupakan sumber protein yang mudah didapat dengan harga relatif murah. Protein hewani dan sejumlah nutrisinya sangat baik untuk perkembangan otak dan organ tubuh lainnya. Karena itu sosialisasi konsumsi ayam dan telur kembali digalakan melalui Festival Ayam dan Telur.

Tema yang dipilih tahun ini adalah "ayam dan telur meningkatkan gizi dan prestasi anak bangsa." Festival ini terselenggara atas kerjasama Masyarakat Perunggasan Indonesia yang terdiri dari asosiasi perunggasan, stakeholder, peternak, serta didukung oleh pemerintah dan akademi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Festival Ayam dan Telur 2012 akan diadakan di Plaza Taman Parkir Timur Senayan, Jakarta, pada hari Minggu 21 oktober 2012 mulai pukul 06.30-16.00. Dimeriahkan dengan rangkaian acara seperti bazaar murah ayam dan telur, kampung makan Kidzania, dan pemecahan rekor MURI untuk 250 aneka masakan berbahan dasar ayam.

Salah satu acara Festival Ayam Telur adalah Journalist Tour yang diadakan bekerjasama dengan PT. Japfa Santori Indonesia, pada hari Rabu (10/10/2012). Para wartawan diundang mengikuti talkshow dan berkeliling pabrik So Good Food di daerah Cikupa, Tangerang.

Talkshow menghadirkan pembicara Ahmad Dawami selaku Ketua Asosiasi Rumah Potong Hewan dan Unggas, Roy Heru Wibowo selaku Vice President PT Japfa Santori Indonesia, dan M. Ansori S.KM. M.Kes.

β€œJika asupan gizi khususnya protein anak-anak Indonesia tercukupi maka otak mereka bisa bekerja secara maksimal dan menumbuhkan sumber daya manusia lebih baik,” demikian ujar Ahmad Dawami. Konsumi telur Indonesia baru mencapai 87 butir per orang per tahun, dan konsumsi ayam, 7 kg per orang per tahun.

Sebagai pihak produsen ayam dan olahannya, Roy Heru Wibowo menegaskan; β€œKami ikut mengambil andil dalam peningkatan kecerdasan bangsa lewat konsumsi ayam. Produk olahan So good food melalui proses higienis dan tidak menambahkan bahan pengawet.”

Ansori, sebagai ahli gizi juga menyebutkan protein hewani sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang seorang manusia mulai dari janin sampai dewasa. β€œBahan pangan hewani seperti susu, ayam, dan telur merupakan sumber protein yang terbaik baik dalam jumlah maupun mutu.” demikian tegasnya.

Acarapun ditutup dengan tur berkeliling melihat proses pembuatan produk So Good Food, seperti nugget, Sozzis, So Nice, dan produk lainnya.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads