Setelah dicabutnya sanksi dari Amerika melawan negara tersebut, negara yang dulu dikenal dengan nama Burma ini sebentar lagi akan mendapat pasokan untuk produk Coca-Cola Light dan Sprite. Seperti dilansir oleh Reuter, kemarin (10/9) pembuat minuman ringan terbesar ini, bekerja sama dengan sebuah perusahaan lokal di negara tersebut bernama Pinya Manufacturing.
Rivalnya, PepsiCo Inc menyatakan pada bulan lalu bahwa mereka berencana menjual beberapa minuman mereka ke Myanmar. Hal ini membuat kompetisi antara dua produsen minuman ringan besar ini lebih ketat untuk membagi target pasar yang mulai berkembang setelah berpuluh-puluh tahun terisolasi di bawah pemerintahan militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pernyataan tanggal 6 Sepetember di website Presiden Thein Sein, Coca-Cola telah merencanakan untuk investasi sekitar Rp. 96 triliun di Myanmar pada tiga tahun ke depan. Usaha ini akan membuka lapangan kerja untuk hampir 2000 masyarakat lokal. Namun, pihak Coca-Cola tidak mengkonfirmasi total jumlah yang akan mereka investasikan ke Myanmar.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN