Joseph Watson, pemilik United Livestock Commodities di Mayfield, Kentucky, rupanya kehabisan akal menghadapi kekeringan yang melanda daerah Midwest. Karena harga jagung naik, sapi-sapinya dipaksa bertahan hidup dengan memakan permen.
Permen yang diberikan kepada ternaknya bukanlah yang bertekstur keras, melainkan yang berbentuk panjang seperti pita, berwarna-warni, dan bertekstur kenyal. Permen tersebut merupakan sisa stok yang tak bisa dijual di toko. Kudapan ini dicampur dengan produk turunan ethanol dan zat-zat mineral.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terkadang, babi ternak diberi makan minyak buangan restoran dan produk reject dari perusahaan snack kemasan. Di antaranya adalah keripik jagung yang hangus atau permen yang sudah rusak. Memang tidak sehat, namun tinggi kalori," ujar sang penulis, Barry Estabrook.
Sepertinya, Watson sengaja memberikan makanan sisa yang tinggi kalori agar sapi-sapinya tetap gemuk. Tak peduli apakah makanan tersebut sehat atau cocok untuk hewan ternak. Hal ini juga untuk menekan biaya pakan ternak. Untungnya, menurut Associated Press, kemarau ini menunjukkan tanda segera berakhir.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN