Masyarakat Seoul Protes Konsumsi Daging Anjing

Masyarakat Seoul Protes Konsumsi Daging Anjing

- detikFood
Jumat, 10 Agu 2012 09:50 WIB
Foto:nydailynews.com
Jakarta - Para aktivis Korea Selatan Selasa lalu berkumpul di jalanan Seoul untuk melancarkan protes anti konsumsi daging anjing. Aksi protes dilakukan dengan beberapa aktivis sengaja mengunci diri di sebuah kandang anjing yang terbuat dari besi sebagai lambang perlakuan terhadap anjing yang dinilai keji.

Tradisi mengonsumsi daging anjing sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Korea Selatan. Daging anjing biasanya dikonsumsi pada saat musim panas dimana suhu bisa mencapai 35 derajat Celcius.


Sajian daging anjing yang paling terkenal adalah bosintang atau semur daging anjing yang dikonsumsi saat hari terpanas di musim panas. Hal ini dilakukan karena sifat daging anjing yang panas dipercaya sangat cocok untuk melawan hawa panas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena Korea Selatan mempunyai periode waktu terpanjang untuk musim panas sejak tahun 1994, permintaan daging anjing menjadi terlampau banyak, ABC melaporkan sekitar 1,2 juta anjing dikonsumsi setiap tahun di Korea.

Selain konsumsi yang makin meningkat, proses memasak daging anjing dinilai sangat keji dan tidak manusiawi. Animal Rights Group In Defense of Animals (IDAUSA) menuliskan pada websitenya: β€œAnjing dan kucing ditaruh di sel besi yang kotor dan sempit, setelah itu disiksa karena menurut kepercayaan dagingnya akan lebih lembut.”

Meskipun konsumsi daging anjing masih menjadi kontroversi dan perdebatan sampai saat ini, hidangan daging anjing bukanlah untuk konsumsi sehari-hari. Porsi untuk empat orang bisa mencapai harga sekitar Rp 9.000.000 atau lebih.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads