Seafood di Fukushima Kembali Dipasarkan

Seafood di Fukushima Kembali Dipasarkan

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Selasa, 26 Jun 2012 15:50 WIB
Foto: fis.com
Jakarta - Untuk pertama kalinya penjualan seafood di Fukushima kembali digelar. Sejak kejadian bencana nuklir di Tokyo ketersediaan makanan laut sangat terbatas. Kehawatiran terjadinya kontaminasi maka penjualan aneka seafood sempat dihentikan.

Pada (11/3) tahun lalu terjadi gempa dan tsunami di pantai timur laut Jepang. Puluhan ribu orang mengungsi. Seluruh kota juga telah terkontaminasi kebocoran nuklir dari Fukushima. Tiga reaktor yang bocor juga membuat beberapa produk makanan ikut tercemar.

Makanan laut seperti gurita dan siput laut banyak digemari masyarakat Tokyo. Menurut Fukushima Prefectural atau koperasi nelayan, menyatakan sempat dilakukan pengujian dahulu dan hasilnya tidak terkontaminasi radioaktif. Sebelumnya gurita ditangkap pada hari Jumat lalu dan direbus sehingga dapat bertahan lama dan bisa dijual hingga hari Senin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun begitu sampai saat ini belum jelas kapan pemerintah Jepang menyetujui penjualan seafood, karena masih dilakukan pengujian radiasi. Pemerintah juga sedang menguji kandungan yodium yang sepertinya tidak terlalu mengkhawatirkan.

Namun sejak hari Senin penjualan seafood kembali dilakukan. Saat itu juga terjual habis 30 kg siput dan 40 kg gurita. "Teksturnya renyah saat digigit dan rasanya begitu baik," ungkap Yasuhiro Yoshida, pengawas bagian makanan laut di York Benimaru supermarket di Soma.

"Saya begitu senang menemukan supermarket lokal yang menjual seafood dan terjual habis pada jam 3 sore," ujar Hirofumi Konno, seorang pejabat yang bertanggung jawab atas penjualan koperasi nelayan. Ia juga berharap, seafood berikutnya yang dijual adalah kepiting, yang tidak terdeteksi radiasi nuklir didalamnya.

Seorang profesor dari University of Tokyo, Nobuyuki Yagi mengatakan, kekhawatiran yang serius tetap ada, namun jika ingin konsumsi seafood sebaiknya temukan jenis ikan yang tidak menyimpan elemen radiokatif.

(dyh/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads