Sepasang suami istri asal Rusia, Paula Rimer (50) dan Eric Shkolhik (48) berhasil mengubah resep keluarga menjadi bisnis beromset Rp. 30 milyar per tahun. Mereka menjual Crepini melalui pabrik mereka yang ada di Sunset Park.
Kalau dulu orang suka bagel, roti tawar berbentuk cincin ini disukai karena mudah diberi beragam isian sesuai selera. Menjadi santapan praktis untuk segala cuaca. Crepini tak beda jauh dengan bagel. Berbentuk crepe atau dadar tipis yang bisa diberi isian keju, daging, buah atau apapun yang disukai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rimer mendapat resep crepini dari ibunya yang saat kecil mengambil adonan crepe Perancis lalu ditambahkan dengan daging olahan danjamur sebagai isiannya. Pada tahun 2007 Rimer mulai membuat crepini di apartemennya di Brighton Beach Avenue. Selain itu mereka juga menjual roti dan kue khas Rusia.
Ternyata crepini banyak disukai orang sehingga mereka membuka pabrik abru di First Ave dengan kapasitas 6000 crepini per jam. Crepini ini dikemas dalam kotak dan dikual di Texas dan Kanada.
Pemesan yang terbanyak adalah sekolah yang memesan 250.000 Crepini Rollup setiap kali. Sedangkan kantor departemen pendidikan sering memesan crepini isian bayam dan keju feta untuk makan siang.
'Bagel memang populer. Tapi ini kan New York dan inovasi bisa terjadi tiap saat. Bagel sudah dikenal baik oleh warga New York dan tak mudah dilupakan tetapi tetap saja ada ruang untuk selalu mencoba yang baru', demikian komentar Eric Goldstein, kepala School Support Services.
Meskipun banyak pemilik bakery lain yang menanggapi sinis tentang kepopuleran Crepini. 'Mana mungkin crepini menggeser bagel,' demikian komentar mereka seperti dilansir nydailynews. Waktulah yang akan membuktikannya!
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN