Chengdu, Kota Gastronomi Pertama di Asia

Chengdu, Kota Gastronomi Pertama di Asia

Fitria Rahmadianti - detikFood
Senin, 14 Mei 2012 13:15 WIB
Foto: chinatourguide.com
Jakarta - Penggemar kuliner nampaknya wajib mengunjungi Chengdu di barat daya Cina. Pasalnya, ibukota provinsi Sichuan ini adalah kota pertama di Asia yang dijuluki 'City of Gastronomy' oleh UNESCO. Apa keunggulannya dibanding kota-kota lain?

Jika Anda pernah menonton film kartun 'Kungfu Panda 2', Anda mungkin akan akrab dengan suasana Chengdu. Kota ini memang menjadi 'rumah' dari panda raksasa yang langka. Namun, Chengdu tak hanya terkenal akan pandanya, tapi juga akan kuliner bergaya Sichuannya yang termasyhur di dunia internasional.

Pada 10 Februari 2010, Chengdu masuk nominasi 'Creative Cities Network' dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai tempat lahirnya berbagai tradisi kuliner. Dengan ini, Chengdu menjadi kota kedua di dunia dan pertama di Asia yang mendapat gelar 'City of Gastronomy' atau kota gastronomi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk bisa disebut sebagai 'City of Gastronomy', di antaranya praktik kuliner tradisional yang tercermin dari restoran, pasar, industri makanan, hingga teknik memasak. Chengdu memiliki semuanya. Kota ini memiliki sumber daya alam yang kaya, warisan budaya yang tetap terjaga, dan kreativitas teknologi yang berpadu harmonis.

Di kota ini terdapat 2,000 orang super chef dan 300 orang master chef tingkat nasional. Satu-satunya universitas di Cina yang fokus terhadap pendidikan dan penelitian seni kuliner, Sichuan Higher Institute of Cuisine, ada di kota ini. Chengdu juga memiliki Sichuan Cuisine Museum yang menampilkan lebih dari 3,000 jenis koleksi tentang makanan, mulai dari yang paling kuno hingga paling modern.

Chengdu menghadirkan hidangan khas Sichuan yang pedas. Sebanyak 20 teknik memasak digunakan untuk membuat 6,000 jenis sajian Sichuan yang kaya rasa. Kota ini pun mengalahkan Shanghai dalam jumlah tea housenya (tempat tradisi minum teh diselenggarakan).

Santapan lezat khas Chengdu tak hanya dapat dinikmati di hotel berbintang, tapi juga di warung-warung pinggir jalan. Apalagi, pemerintah kota ini sering menyelenggarakan berbagai festival kuliner dan lomba masak untuk mempromosikan dan melindungi budaya lokal.

Ingin mencoba berpetualang kuliner di kota ini? Di pagi hari, datangi pasar tradisional setempat, lalu telusuri sayuran segar dan bumbu-bumbu yang membuat hidangan Sichuan istimewa. Cicipi sedapnya mapo tofu dan poached chicken berbumbu minyak cabai, Chengdu hot pot, serta dan dan mien yang nikmat dan bikin berkeringat. Semuanya dapat dibeli dengan harga terjangkau.

Jangan lewatkan mie, pangsit, pastry, tangyuan (bola-bola dari tepung ketan dengan isi dan kuah manis), minuman, salad, serta sup khas Chengdu. Cemilan lokal di kota ini memang tersohor akan bahan bakunya yang kreatif, pengolahannya yang memerlukan keterampilan tinggi, serta jenisnya yang beragam. Yuk, berkunjung ke Chengdu!

(fit/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads