Jakarta - Semakin tua umur sebotol wine, semakin mahal harganya. Bagaimana dengan bir? Peneliti Finlandia yakin mereka dapat menciptakan kembali bir yang pernah ada pada tahun 1840.
Sebuah kapal yang diperkirakan karam pada tahun 1840 ditemukan dekat pulau Aland, Finlandia, pada tahun 2010. Di bangkai kapal ini ditemukan beberapa botol minuman beralkohol yang masih utuh, di antaranya champagne tertua di dunia yang kini telah dilelang, dan dua botol bir.
Berdasarkan berita yang dirilis
Reuters, para peneliti menganalisis bir berwarna emas pucat tersebut. Mereka berasumsi bahwa bir ini aslinya memiliki jejak rasa dan aroma mawar, almond, serta cengkeh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Periset pun optimis bahwa mereka dapat 'menghidupkan' kembali bir tersebut setelah menemukan bakteri hidup yang terdapat di dalamnya. "Analisis kimia yang kami lakukan dan bantuan ahli pembuat bir memungkinkan kami untuk membuat bir yang semirip mungkin dengan aslinya," kata
Annika Wilhelmson dari
VTT Technical Research Centre Finlandia.
(fit/odi)