Anak-Anak Ini Rayakan Ulang Tahun Dengan Cara Terpuji

Anak-Anak Ini Rayakan Ulang Tahun Dengan Cara Terpuji

Flora Febrianindya - detikFood
Senin, 16 Apr 2012 11:18 WIB
Foto: algonquin.patch.com
Jakarta -

Hari ulang tahun anak biasanya ingin dirayakan secara meriah. Tapi tak begitu dengan Alex Kuphal. Saat berulang tahun ke 12, ia mengundang teman-temannya untuk berkumpul. Bukan untuk berpesta, melainkan untuk sama-sama melakukan kegiatan sosial.

Di hari ulang tahun Alex, sekitar 20 orang sudah berkumpul di rumahnya. Mereka semua siap untuk melakukan aksinya, untuk mengumpulkan makanan dan alat-alat kebersihan sehari-hari dari rumah ke rumah. Mereka terbagi atas beberapa kelompok untuk wilayah berbeda, dengan seorang pendamping orang dewasa.

Bersama teman-temannya, bocah asal Algonquin, Illinois ini berjalan sekitar 2 jam mengunjungi banyak rumah. Dari hasil pencarian tersebut, mereka berhasil mengumpulkan aneka produk makanan, makanan kaleng, tisu, dan lainnya. Bahkan ketika dikumpulkan, anak-anak ini berhasil mengumpulkan sumbangan hingga 125 kg!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya mengunjungi rumah warga, siswa Westfield Community School ini juga mendatangi gerai-gerai makanan. Merekapun mendapatkan pizza dari gerai Little Caesar, serta cake lezat dari Sam's Club. Sambil bercanda, ibunda Alex, Melody Kuphal pun mengakui jika ini adalah perayaan ulang tahun dengan biaya sangat terjangkau.

Menurut Melody, konsep perayaan ulang tahun seperti ini sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak. Di satu sisi masyarakat tidak mampu bisa terbantu, sementara itu anak-anakpun bisa belajar melakukan kegiatan sosial dengan cara yang menyenangkan.

Makanan dan alat kebersihan yang dihasilkan akan disumbangkan pada sebuah organisasi non-profit bernama Algonquin-Lake in the Hills Food Pantry. Organisasi ini menyediakan makanan dan keperluan sehari-hari bagi masyarakat Algonquin dan juga Lake in the Hills yang membutuhkan.

Makanan dan kebutuhan sehari-hari tersebut ditujukan pada pengangguran, orang cacat, masyarakat dengan ekonomi lemah, gelandangan, lansia, juga anak-anak. Mereka bisa memilih barang apa yang dibutuhkan, dengan konsep ruangan seperti supermarket dan dilengkapi dengan keranjang belanja.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads