Choc Edge Bisa Mencetak Cokelat 3D!

Choc Edge Bisa Mencetak Cokelat 3D!

- detikFood
Selasa, 10 Apr 2012 16:09 WIB
Foto: technabob.com
Jakarta - Teknologi pangan semakin canggih. Foto pun bisa dimakan karena kertasnya terbuat dari lapisan gula atau cokelat, sementara tintanya terbuat dari pewarna makanan. Namun, mesin ini lebih hebat lagi, karena bisa mencetak cokelat dalam format 3D!

Choc Edge, nama alat tersebut, ditemukan oleh Dr. Liang Hao dari University of Exeter, Inggris. Ia telah membuat prototype printer cokelat sejak tahun lalu. Setelah disempurnakan, mesin unik ini siap dijual di eBay dengan harga Rp 36,5 juta. β€œKami telah memperbaiki dan mempermudah pengoperasian mesin ini,” ujar Dr. Hao kepada BBC.

Jika sebelumnya kita harus menggunakan cetakan manual untuk membentuk cokelat, sekarang tak perlu repot-repot lagi. Tinggal lelehkan cokelat lalu masukkan ke alat penyemprot yang ada di printer. Mesin ini akan menyemprotkan cokelat dan membentuknya sesuai instruksi komputer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Choc Edge menerapkan teknologi mesin yang memproduksi plastik dan logam. Obyek dibangun selapis demi selapis sehingga menjadi 3 dimensi. Mesin ini juga memiliki sistem kontrol suhu yang telah diperbaiki agar cokelat bisa lumer dan mengeras pada waktunya.

Mengapa cokelat? β€œCokelat adalah bahan yang tersedia di mana-mana, biayanya rendah, dan tidak berbahaya,” jelas Dr. Hao.

Pria ini berharap produknya akan dibeli oleh para pengecer. Namun, dengan harga semahal itu, nampaknya hanya sedikit orang yang bisa membelinya. Meski demikian, produsen cokelat terbesar di Inggris, Thornton's, sudah menyatakan tertarik membeli Choc Edge.

β€œTeknologi ini spesial karena pengguna dapat merancang dan membuat produk mereka sendiri,” Dr. Hao berpromosi. Nantinya, desain cokelat dapat dikirimkan ke sebuah website, lalu dari sana perintah akan dikirim ke mesin untuk membuat format 3D. Mesin ini juga dapat dikembangkan untuk membuat produk dari berbagai materi, tak hanya cokelat.

Profesor Dave Delpy, Chief Executive Engineering and Physical Sciences Research Council (EPSRC), menyampaikan pujiannya. β€œInilah contoh baik bagaimana penelitian kreatif bisa diterapkan untuk menciptakan ide ritel dan manufaktur baru,” katanya.

Menurut Dave, menggabungkan teknik dan potensi komersil dari ekonomi digital dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru sekaligus peluang bisnis yang menarik.



(odi/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads