Julio Gerena adalah salah seorang dari 16 anggota veteran yang kakinya terluka. Saat perang di Irak dan Afganistan ia mengikuti sebuah pelatihan memasak yang diselenggarakan oleh Wounded Warrior Project. Selain itu Genera juga belajar merebus dan menumis dengan benar di Culinary Institute of American yang terkenal di Hudson River.
Para veteran belajar beberapa tips memasak, dan mereka begitu menikmatinya kesempatan belajar memasak bersama prajurit lainnya. βAda beberapa hal yang tidak bisa dimasukkan dalam program Wounded Warrior seperti persahabatan dan kepercayaan,β ujar Genera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama empat hari mereka diberikan materi penting, mulai dari cara memegang pisau sebelum mulai mengolah makanan menjadi sajian makan siang dan malam. Pada pagi hari terakhir, para veteran bersiap untuk membakar ikan salmon dan menumis ayam yang dibimbing oleh Profesional Chef, John DeShetler.
Pada kelas memasak itu, Chef DeShetler memberikan tips mengiris wortel dan memotong daging. Saat chef memasuki dapur, seorang prajurit bernama Steve Bohn, 24 tahun, berhasil membuat tumisan jamur dengan daging cincang yang kaya bumbu dipancinya.
Bohn adalah seorang warga Peabody di Essex County, Massachusetts, Amerika Serikat. Saat perang di Afganistan ia terluka parah karena kena ledakan bom dan ia menderita luka tulang belakang yang cukup parah hingga menjalani operasi kandung kemih. Kini Bohn tidak membutuhkan penjepit kaki, namun ia masih sedikit kesulitan saat berada di dapur.
Para veteran yang mengikuti kelas memasak ini dalam beberapa tim harus bekerja sama untuk membuat masakan yang berbeda dengan menyajikan menu seimbang. Mereka harus bisa membuat makanan yang lezat dan sehat.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN