Gluten merupakan protein yang terkandung dalam pati. Orang yang alergi pada gluten biasa disebut βceliacβ dan obatnya belum ditemukan. Maka dari itu penderita celiac harus menghindari makanan yang mengandung gluten.
Penjualan makanan yang bebas gluten di Amerika meningkat dua kali lipat pada tahun 2010. Berdasarkan riset pasar yang disurvey oleh 227 konsumen menyatakan produknya bebas gluten pada tahun 2010, dan hampir setengahnya mengatakan umumnya makanan yang dijual lebih sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama 50 tahun terakhir, di Amerika terjadi peningkatan penderita celiac sebanyak 1%. Mereka yang menderita celiac umumnya mengalami gejala sakit perut, antibodi menurun, dan luka pada usus.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan tahun lalu di Australia menunjukkan bahwa alergi gluten dicurigai memiliki gejala lebih sedikit jika menjalani diet bebas gluten, jika dibanding dengan menelan gluten tanpa sengaja.
Cynthia Kupper, seorang direktur eksekuitf dari Gluten Intolerance Group, mengatakan: βOrang yang mencurigai dirinya merasa sensitif pada makanan mengandung gluten.β Mereka harus menyimpan buku harian makanan untuk melihat apakah gejala segera timbul setelah memakan roti, mie, cereal, pasta, kue dan biskuit.
Dia juga menambahkan bahwa diet bebas gluten tidak selalu sehat, produk bebas gluten cenderung memiliki banyak lemak dan kalori. Ada beberapa orang yang tidak terdeteksi mengidap celiac namun sensitif terhadap gluten. Karena sensitivitas pada gluten efeknya jauh lebih buruk dibandingkan pengidap celiac.
Jika Anda mengalami gejala seperti sakit perut, lemas dan perih pada perut, setelah makan roti dan makanan lainnya yang mengandung gluten, sebaiknya periksakan diri ke dokter dan segera hindari makanan yang mengandung gluten.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN