Banyak orang beranggapan bahwa tahun 2012 akan merupakan hari akhir, di mana semuanya akan hancur tak bersisa. Hal ini didasarkan oleh penanggalan suku Maya yang berhenti di tahun 2012. Namun, jika dilihat dari sudut pandang fengshui, terhentinya penanggalan tersebut diinterpretasikan sebagai titik awal era yang benar-benar baru.
Beberapa peristiwa mengindikasikan hal tersebut. Salah satunya adalah turunnya rezim dan pergantian pemimpin di berbagai belahan dunia, sehingga di tahun 2012 diramalkan akan ada sejumlah pemimpin baru. Selain itu, purnama yang muncul pada 10 Desember 2011 lalu dipercaya menjadi tabir dari energi-energi negatif, sehingga yang tersisa di tahun 2012 adalah energi positif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βMenurut fengshui, pada tanggal 23 Januari 2012, dunia akan memasuki tahun naga air. Air adalah sumber kehidupan. Tahun 2012 dinilai baik untuk menikah, memiliki anak, dan memulai bisnis baru,β kata Kafi.
Dalam fengshui, ada lima elemen, yaitu air, kayu, api, tanah, dan logam. Meski tahun 2012 adalah tahun naga air, industri yang berkaitan dengan unsur air justru dinilai kurang sukses tahun depan. Contohnya adalah industri perkapalan, minuman, transportasi, spa, dan komunikasi.
βBisnis yang dipengaruhi elemen api seperti keuangan, saham, dan energi juga diramalkan akan kurang stabil,β tambah Kafi. Sedangkan industri berelemen logam seperti perbankan, IT, komputer, dan mesin butuh inovasi dan kreativitas yang luar biasa agar bisa bertahan.
Di tahun 2012, bisnis berelemen tanah dan kayu diramalkan akan sukses. Anda yang memiliki usaha di bidang pertambangan, properti, dan asuransi akan mendapat keuntungan, namun harus melalui kompetisi ketat. Begitu pula dengan industri berelemen kayu, seperti tekstil, media, lingkungan, consumer goods, dan makanan.
Chef Haryanto Makmoer sebagai salah satu pengisi acara memberi tips bagi Anda yang tertarik berbisnis di bidang makanan. Berilah nama yang menarik untuk makanan yang Anda jual. βMisalnya 'Sugar-free Kaastengels'. Padahal kita tahu bahwa adonan kastengel memang tidak menggunakan gula. Hal ini akan lebih menarik konsumen terutama yang peduli kesehatan daripada hanya diberi nama 'Kaastengels',β jelasnya.
Chef Haryanto juga menyarankan agar berkreasi dengan bahan yang ada, jangan hanya terpatok pada resep klasik. βSatu bahan, misalnya roti tawar, bisa dibuat banyak variasi,β katanya. Selain itu, ia menambahkan tipsnya, kenalilah segmen pasar Anda, dan sesuaikan dengan produk yang akan Anda jual.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN