PT Frisian Flag Indonesia (FFI) menggelar syukuran bersama Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS). Syukuran digelar atas keberhasilan FFI dan KPBS selama 2 tahun dalam membangun kerjasama melalui program pengembangan susu segar. Para peternak susu segar anggota KPBS ikut berparitispasi dalam acara ini (22/11) di desa Margaluyu, Pangalengan, Kabupaten Bandung Selatan.
Program Pengembangan Susu Segar dirintis oleh FFI sejak tahun 2000 di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Program tersebut juga melibatkan Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPBSU) di Lembang, KSU Rukun Santoso di Blitar, KUD Bayongbong di Garut dan KPBS di Pangalengan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya FFI, pemerintah Belanda juga turut andil dalam pengembangan Program Pengembangan Susu Segar ini. Selain Presiden Direktur FFI, Marco Spits juga hadir Dubes Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Tjeerd F. de Zwaan. Di kesempatan tersebut Tjeerd memuji langkah yang diambil oleh FFI karena telah ikut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peternak susu segar lokal.
Sedangkan Mr. Marco Spits sendiri mengatakan, "Upaya kolaborasi ini telah membuktikan bahwa dengan menajemen peternakan yang lebih baik, kualitas dan kuantitas susu segar dapat diitingkatkan. Program ini sangat penting bagi perusahaan karena membantu konsistensi pasokan susu segar untuk bahan baku dan produksi sehingga dapat mengurangi volume susu impor."
Aun Gunawan menambahkan bahwa, sebelum program ini dilaksanakan anggota KPBS Pangalengan memproduksi 127 ton susu segar per hari. Setelah adanya Program Pengembangan Susu Segar selama dua tahun ini mereka berhasil meningkatkan kuantitas susu segar menjadi 145 ton per hari. Tentunya dengan kualitas yang memenuhi standar pasokan susu segar industri.
Frisian Flag Indonesia sendiri kedepannya akan terus berupaya untuk mendukung KPBS melalui program CSR mereka. Saat ini terdapat 250 peternak sapi di Pangalengan yang mengikuti Program Pengembangan Susu Segar.
(dev/dev)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN