Makanlah Dengan Perut

Makanlah Dengan Perut

- detikFood
Rabu, 24 Mar 2010 14:26 WIB
Jakarta - Tiga bulan sudah hampir berlalu. Apa kabar program diet Anda? Kalau Anda melaksanakan program diet sebagai resolusi tahun 2010. Inilah saat tepat untuk mengevaluasi. Berhasilkah diet Anda? Atau tak ada kemajuan dan bahkan gagal total. Ada baiknya simak trik berikut ini!

Orang yang sedang menjalani diet, entah diet lemak, diet karbohidrat atau diet lain untuk menurunkan berar badan sering menghadapi godaan. Keinginan makan makanan enak seperti cheeseburger, french fries dan makanan gorengan lain sering tak terbendung. Bahkan mereka cenderung makan sampai piring bersih, licin tandas dan bukan karena lapar.

"Wajar-wajar saja kalaiu orang yang mencanangkan program diet sebagai resolusi tahun baru harus mengubah sesuatu dalam hidup. Usaha untuk mengikuti aturan kadang juga diiringi dengan kegagalan," demikian ujar Jillian Michaels, seorang personal trainer untuk program 'The Biggest Loser' di Stasiun NBC seperti dilansir CNNHealth.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari pada menyesali diri karena kegagalan diet, lebih baik mulai langkah baru untuk memperbaiki, demikian sarannya. "Ini masalah sikap. Belajar dari kegagalan dan kegagalan adalah saat untuk belajar, kesmepatan untuk mengevaluasi apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang belum," demikian tutur Michaels.

"Kita terbiasa makan dengan mata, tidak dengan perut. Karena itu lebih sulit mengontrol ukuran porsi," demikian tuturΒ  Dr. Melina Jampolis, ahli diet dan fitness CNNHealth.Β  Orang cenderung untuk makan sampai piringnya bersih atau makan kue sampai stoplesnya kosong.

"Banyak orang makan sampai bajunya sesak. Anda tidak perlu mengendurkan ikat pinggang, membuka kancing baju dan celana setelah makan," tutur Cheryl Forberg, ahli gizi 'The Biggest Loser'Β  Agar lebih memahami tubuh, jangan makan sambil berdiri,duduk di meja kerja atau di dalam mobil. Sisihkan waktu untuk makan dan ngemil.

Sebaiknya mulailah memahami makan bukan sebagai kebutuhan alami saja. "Belajarlah memahami prosesnya. Pada waktu yang sama, berhentilah makan jika perut sudah nyaman, Jangan sampai harus mengendurkan celana,"demikian tutur Forberg. Sebaiknya jangan mencoba-coba pula menyimpan ice cream atau biskuit di rumah, jika Anda tahu benar bahwa Anda tak akan tahan godaannya.

"Jika tahu Anda bakal tak tahan godaan cokelat atau biskuit, sebaiknya jangan menyimpannya di rumah karena Anda tak akan bisa berhenti jika tidak habis," demikian jelas Forberg. Lebih baik bagi-bagi snack dalam porsi-porsi kecil untuk sekali makan agar tidak makan berlebihan.

"Bungkusan per 100 kalori snack membuat orang mengurangi ngemil. Lebih mahal dan tidak ramah lingkungan, tetapi lebih baik makan hanya 100 kalori saja dari pada stau stoples penuh," demikian tuturnya."Jika ingin berhemat sekaligus melestarikan lingkungan, buatlah snack sendiri. Tiap Minggu, ukurlah sebanyak 100 kalori dan masukkan ke dalam kantong plastik yang dapat didaur ulang," imbuh Forberg.

(eka/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads