Apakah Anda pernah merasa terhipnotis saat memandang semangkuk es krim? Seolah-olah mereka (red: es krim) mempengaruhi pikiran Anda dengan mengatakan "tolong makan aku!". Ternyata hal ini menarik perhatian A.U.S Study oleh UT Southwestern Medical Center di Dallas. Mereka menemukan bahwa lemak yang terdapat pada jenis makanan tertenyu seperti es krim dan juga burger memiliki pengaruh langsung terhadap otak kita.
Molekul lemak memicu otak untuk memberikan 'pesan' pada setiap sel-sel tubuh, memberikan peringatan pada tubuh untuk mengabaikan nafsu makan berlebih-yang didapat dari leptin dan insulin, hormon yang berperan dalam pengaturan berat badan-selama tiga hari kedepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang telah diperlihatkan dalam studi ini menyatakan bahwa seluruh otak seseorang secara kimia dapat berubah dalam rentang waktu yang sangat singkat. Hasil riset menunjukkan, saat Anda makan sesuatu yang tinggi kadar lemaknya, otak Anda akan 'memukul' asam lemak yang membuat tubuh Anda resisten terhadap insulin dan leptin," katanya menambahkan.
"Selama tubuh Anda tidak mendapatkan instruksi untuk berhenti makan, maka Anda akan terus makan." Para peneliti itu juga menemukan beberapa jenis partikel dalam lemak-asam palmitic yang bisa ditemukan dalam daging, keju, mentega, dan susu-merupakan partikel yang efektif mempengaruhi mekanisme ini.
Hasil studi yang pernah ditampilkan dalam The Journal Clinical Investigation ini memperkuat fakta dalam membatasi asupan lemak jenuh karena hal ini bisa menyebabkan Anda makan lebih banyak lagi. "Aksi yang sangat terlihat adalah saat asam palmatic dikonsumsi secara berlebihan, karena memang asam palmatic ini mudah didapat dari makanan yang dimakan sehari hari," ujar Clegg mengakhiri.
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN