Dalam saran kecukupan gizi per hari serat dimasukkan sebagai kebutuhan tubuh yang harus dikonsumi sekitar 20 g-35 g per hari. Namun, pada kenyataannya banyak orang sulit memenuhi kecukupan serat per hari. Padahal serat sangat mudah ditemui dalam beragam bahan makanan seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian, kacang-kacangan, gandum utuh dan beras pecah kulit.
Mengapa serat baik untuk tubuh? Makan serat dapat meurunkan kadar kolesterol dan mencegah sembelit dan gangguan pencernaan. Menurut Barbara Rolls, PhD, pengarang buku 'The Volumetica Eating Plan', serat bahkan bisa membuat kita makan lebih sedikit dan berat badan pun turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang peneliti masalah kegemukan, Joanne Slavin, PhD dari University of Minnesota menyatakan, bahwa konsumsi serat tidak hanya memberi rasa kenyang yang lama tetapi juga memperlambat proses pencernaan. Dalam berbagai riset juga terbukti konsumsi serat dalam jumlah besar bisa mengontrol kadar gula darah dan insulin. Karena itu mereka yang mengkonsumsi makanan berserat tinggi, berat badannya juga turun.
Dalam berbagai risetΒ baru-baru ini terbukti bahwa:
Konsumsi serat tinggi merupakan bagian hidup sehat dan bisa mengontrol BMI (Body Mass Index) ideal.
Konsumsi serat tinggi bisa mengurangi resiko kanker usus besar.
Serat juga bisa mengurangi resiko diabetes tipe 2. Dalam riset bukan hnaya karena kandungan serat saja yang berperan tetapi juga karena makanan berserat tinggi kaya akan zat gizi mikro. Karenanya sangat dianjurkan mengkonsumsi serat alamis ecara langsung bukan berupa pil suplemen serat.
Serat juga berkaitan dengan metabolic syndrome, sebuah faktor resiko yang mengakibatkan penyakit jantung dan diabetes.
Konsumsi serat yang tinggi berkaitan dengan melambatnya terbentuknya plak pada pembuluh darah arteri pada wanita dan pria di atas 40 tahun.
Konsumsi serat yang cukup menjadi pelindung jantung karena dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan kolesterol baik (HDL).
Serat yang kita konsumsi ada dua jenis, yang tidak larut dan yang larut dalam air. Jenis serat yang tidak larut dalam air misalnya serat pada gandum, tomat, wortel, lettuce dan yang larut dalam air,misalnya oatmeal, pir, strawberry dan apel.
Jenis serat yang larut air ini jika dicerna dapat mencegah kolesterol terserap dalam usus. Tipe serat ini dapat menurunkan kadar kolesterol darah setelah makan yang sangat membantu penderita diabetes. Yang tergolong dalam serat ini antara lain oatmeal, oat bran, apel, mangga, kiwi, pir, blackberry, strawberry, rasapberry, peach dan aneka jeruk dan sayuran seperti kacang-kacangan dan biji-bijian.
Serat yang tak larut dalam air membantu kerja usus besar dan bisa menurunkan resiko ambient, varises dan kegemukan. Serat ini terdapat pada bulgur, beras merah, biji-bijian dan sayuran (wortel, timun, cukini, seledri, dan tomat)
Lalu bagaimana cara membedakan serat yang larut dan tidak larut dalam mengkonsumsi serat? Anda tak perlu bingung menentukan jenis dan jumlahnya. Beberapa bahan makanan mengandung dua jenis serat ini sekaligus. Jadi tak usah risau dengan jenis serat yang penting serat bagus buat tubuh Anda, membuat Anda lebih sehat dan ramping. Karena itu mulai saja makan serat yang cukup tiap hari!
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN