Tepatnya 16-18 April 2009 mendatang, The 3rd Indonesian Barista Competition 2009 akan segera digelar bersamaan dengan diadakannya Salon Culinary 2009. Kompetisi Barista Indonesia ini adalah kali ketiga Asosiasi Kopi Spesial Indonesia mengadakannya. Tentunya dengan format terbaru dan pastinya lebih seru. Dengan menghadirkan lebih dari 30 barista top Indonesia.
Para barista akan ditantang membuat 4 espresso, 4 cappuccino, dan juga 4 original signature drinks dalam waktu tak lebih dari 15 menit. Hasilnya itu nanti akan disajikan kepada para juri diantaranya ketua juri, juri sensori dan juga juri teknikal. "Penilaian dilakukan tidak hanya berdasarkan rasa, tapi juga selama proses pembuatan, kebersihan, dan juga kreativitas," terang Tuti H. Mochtar selaku Ketua Umum Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Asian Barista Competition 2009 diadakan pula serangkaian acara seperti Coffee Symposium yang diadakan pada tanggal 29 April 2009 nanti. Dalam Coffee Symposium ini, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia turut mengundang badan dan instasi pemerintah, petani kopi Indonesia, koperasi, pedangang, eksportir, pengolah, dan pihak-pihak terkait lainnya.
Coffee Symposium akan mengkaji lebih dalam tentang kopi-koi Arabika 'Specialty' Indonesia terbaik. Seperti Sumatera Mandheling, Lintogn, Gayo Mountain, Java, Toraja, Kintamani Bali yang sudah cukup terkenal dalam rantai perdagangan kopi arabika internasional.
Selain itu acara ini juga diharapkan mampu meningkatkan potensi kopi arabika Flores, Baliem, dan Kamu yang ada di Papua. Mencari upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memajukan industri kopi dari segi mutu, cita rasa, pemasaran, dan juga peningkatan konsumsi kopi nasional.
Acara konferensi pers yang berlangsung di Kudus Bar, Hotel Sultan kamis kemarin ditutup dengan peragaan pembuatan espresso dan juga cappucinno oleh Agus, finalis 10 besar Asian Barista Championship tahun 2008 lalu.
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN