Bersantap ala Babah & Nyonya Tempoe Doeloe

Bersantap ala Babah & Nyonya Tempoe Doeloe

- detikFood
Selasa, 04 Nov 2008 13:25 WIB
Jakarta - Perpaduan kuliner Melayu dan Cina peranakan bukan hanya unik rasanya tetapi juga mengundang nostalgia. Di tempat ini ada beragam hidangan Nonya atau Cina peranakan dari Singapura, Indonesia dan Australia yang enak. Dibingkai dalam suasana rumah tempo doeloe yang nyaman dan asyik. Acara santap bakal jadi kenangan indah!

Kini seporsi makanan tidak hanya dinilai dari rasa dan keindahan penyajian saja, tetapi ada penambahan dari suasana yang coba dihadirkan dalam tempat tersebut. Hal inilah yang menjadi faktor pemicu sebuah mal di bilangan Jakarta Utara untuk menghadirkan sebuah tempat makan dengan mengusung konsep food market.

Eat & Eat Food Market ini menampilkan suasana yang kental dengan atmosfir nostalgia dan tak hanya sampai suasana saja, tetapi juga ada beberapa masakan yang sudah jarang ditemui. Sebut saja rujak juhi, dan juga es selendang mayang.

Pada tanggal 31 Oktober 2008 lalu Eat & Eat mengadakan syukuran sekaligus Grand Launching Eat & Eat Food Market. Pada kesempatan ini hadir pula seorang pakar kuliner, Bondan Winarno yang menggelar talkshow bertemakan 'Eat & Eat Food Market sebagai Trendsetter Food Court Baru Masa Kini' bersama Iwan Tjandra sebagai 'Juragan' dari Eat & Eat dan yang terakhir Soegianto Nagaria dari Manajemen Mal Kelapa Gading.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantas mengapa harus hidangan khas peranakan tempoe doeloe yang lebih ditonjolkan tempat ini? "Mengingat tempat makan ini berlokasi di kawasan Kelapa Gading maka jadilah tema pernakan tempoe doeloe yang diambil, kalau posisinya di kawasan Jakarta Timur atau yang lain mungkin beda lagi konsepnya," ujar Pak Iwan Tjandra.

Uniknya tempat ini adalah hampir semua barang-barang yang menghiasi tempat makan seluas 2.350 m2 ini berasal dari barang bekas yang sengaja dicari untuk menambah nuansa tempoe doeloe yang unik dan menarik. Selain itu ada sekitar 34 counter makanan yang menawarkan beragam makanan khas dari berbagai daerah dan berbagai pilihan masakan khas peranakan. Mulai dari masakan Indonesia, Cina, Malaysia, dan juga Singapura.

Setiap counter yang ada di Eat & Eat ini menampilkan masakan yang menjadi unggulan warung tersebut, bukan nama brand dari counternya. Seperti Nasi Lemak, Nasing Guling, Yong Tau Fu, Kopi Lay dan masih banyak yang lain. Untuk pelepas dahaga, disini juga terdapat counter khusus menyajikan berbagai jenis minuman dan es. "Tapi jangan harap Anda dapat menemukan minuman bersoda di tempat ini, karena minuman bersoda identik dengan minuman modern," terang Nita selaku PR dari PT Sumarecon.

Untuk melakukan transaksi pembelian, pengunjung sebelumnya membeli kartu isi ulang yang diisi dengan sejumlah rupiah dengan nominal tertentu. Melalui kartu ini, pengunjung bebas melakukan transaksi di counter manapun di dalam Eat & Eat Food Market. Bahkan jika selesai bersantap nominal dalam kartu Anda masih tersisa,Anda dapat menukarkannya kembali dengan uang.

Nah, tertarik untuk mencoba makan siang di tempat ini? (eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads