Bentuknya khas seperti mangkok, karena kue ini dibuat memakai cetakan mangkok keramik atau plastik yang bentuknya seperti cucing. Ya, apalagi kalau bukan kue mangkok. Kue mangkok ini merupakan salah satu makanan kegemaran saya saat kecil. Apalagi ibu saya sering sekali membuatnya di sore hari sebagai camilan. Sampai-sampai si burung beo peliharaan di rumah sudah hapal dengan makanan yang satu ini. "Kue mangkok... kue mangkok," teriaknya menemani saat-saat kami menyantap kue mangkok.
Kue mangkok klasik yang kita kenal selama ini biasanya terbuat dari campuran tepung beras, tape singkong, gula pasir atau gula jawa. Agar enak, ibu saya selalu menggunakan tape yang masak dan lembut serta tepung beras berkualitas bagus. Nah, barulah kemudian adonan dituang dalam mangkok keramik mungil dan dimasak di dandang yang telah dipanaskan terlebih dahulu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pelengkap biasanya kue mangkok dimakan bersama taburan kelapa parut segar yang diaduk bersama garam. Saya sendiri suka menyantap kue mangkok yang masih hangat, namun ada pula yang suka menyantapnya saat dingin. Apalagi dicocol bersama parutan kelapa, hmm... lembut dan manisnya kue mangkok sangat pas berpadu dengan gurihnya kelapa. Gak heran si burung beo juga ikutan tergila-gila dengan kue yang satu ini. 'Kue mangkokkkk!!!'
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN