Gemblong Si Manis yang Liat

- detikFood Rabu, 25 Jun 2008 14:03 WIB
Jakarta - Gemblongnya bu…gemblong! Penjaja gemblong keliling biasanya menaruh gemblong dalam wadah kaleng. Atau dikemas dalam plastik sehingga bulatan oval pipih itu terlihat sangat menggiurkan! Saat dikunyah akan ada sedikit ‘pertarungan’ yang bikin makin enak.

Kalau berhenti menjelang pintu tol Ciawi, pastilah penjaja gemblong menyerbu dengan rencengan gemblong yang dikemas dalam plastik. Benar-benar terlihat menggiurkan. Berlapis gula merah kecokelatan dengan bentuk oval pipih.

Penganan ini termasuk makanan tradisional yang banyak penggemarnya. Terbuat dari adonan ketan putih dan kelapa parut serta gula yang digoreng. Kemudian dibalut dengan gula merah atau gula putih. Ada juga yang terbuat dari ketan hitam. Karena itu saat digigit bagian luarnya keras karena gula merah mengeras, sedangkan bagian dalamnya liat. Rasa kenyal liat ini justru merupakan ‘pertarungan’ asyik saat menggigit gemblong ini.

Ternyata membuat gemblong itu gampang-gampang susah. Yang paling rumit adalah proses penggulaan atau ‘besta’. Adonan gula merah atau gula putih harus dididihkan dalam suhu yang pas panasnya. Jika terlalu panas maka gula akan membeku sebelum gemblong dimasukkan, kalau kurang panas, gula akan basah dan tidak bisa kering. Jadi, mirip dengan pembuatan karamel. Perlu pengalaman dan ‘feeling’ yang pas saat mengaduk adonan gula.

Harga gemblong tidak terlalu mahal sekitar Rp.700,00 per buah. Paling cocok gemblong dinikmati dengan kopi tubruk pahit atau teh pahit untuk mengimbangi rasa manis menggigit. Nah, kalau bosan dengan kue-kue modern, coba saja makan gemblong sambil menghirup kopi, hmmm…sedap!

(eka/Odi)