Ayam Goreng "Plenet"

Ayam Goreng "Plenet"

- detikFood
Rabu, 18 Jun 2008 16:13 WIB
Jakarta - Ayam goreng memang punya 1000 versi karena banyak penggemarnya. Termasuk ayam goreng yang satu ini. Gaya ‘penyet’ ikut melanda ayam goreng. Dengan bentuk agak memar ternyata bumbu jadi meresap dan rasanya uenaakk!!!

Sore itu selepas melepas energi berlatih Aikido, saya mencari-cari tempat makan yang lumayan buat mengisi perut. Akhirnya pilihan kami jatuh pada Pondok Laras yang hampir selalu dipadati pengunjung. Benar juga saung buat duduk lesehan sudah tak ada lagi. Jadilah kami duduk di ruangan utama restoran.

Setelah lumpia goreng yang panas dan crispy licin tandas sebagai pembuka, barulah kami menyantap ayam plenet. Namanya agak aneh, karena istilah yang biasa dipakai adalah ‘plenyet’ yang artinya dipukul-pukul dengan ulegan hingga pipih atau penyet. Ini mungkin salah satu trik saja biar menarik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ayam plus nasi disajikan dalam piring tanah liat. Bentuk ayamnya pipih, menyatu dengan sambalnya. Ayamnya sangat gurih, kering, dan empuk. Dagingnya langsung lepas dari tulangnya. Sambalnya terdiri dari cabe rawit merah, sedikit bawang putih, garam, dan diberikan sedikit minyak jelantah ayam. Rasanya puedaas nyetrum dan keringat pun langsung berlelehan.

Untuk seporsi ayam plenet dihargai Rp.10500 cukup mahal, tapi terbayarkan dengan rasanya yang lezat. Seporsi lumpia goreng dihargai Rp.6000. Ternyata disini juga diberikan paket untuk take away, paket ini jauh lebih murah dibandingkan dengan kita memesan masing-masing menu. Ehm..mungkin biayanya ditambah untuk sewa saung kali ya?!

Rumah makan Pondok Laras ini dapat Anda temukan di Jl. Akses UI depan Pure Asrama Brimob Kelapa Dua. Rumah makan ini menyediakan juga berbagai macam olahan ikan air tawar yang baru diambil dari kolam yang ada di kawasan yang sama. (eka/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads