Berbeda dengan soto ala Jawa yang bening putih atau bening kekuningan. Soto dari ranah Minang ini sama populernya dengan masakan Padang. Hampir tiap resto Padang selalu menyajikan soto ini. Di daerah Pintu Air, Pasar Baru ada resto khusus yang menjual Soto Padang, dari 'jadoel' sampai sekarang.
Saat mampir di warung Padang 'Uni Elok' di Pasar Modern BSD saya menemukan soto kegemaran saya ini. Meskipun rasanya tak terlalu 'nendang' seperti yang di Pasar Baru tetapi cukup lumayan enak. Soto ini berisi suun, potongan dendeng daging (daging goreng yang renyah), perkedel kental plus kuah bening dan taburan daun bawang dan seledri serta bawang merah goreng. Sambal pelengkapnya bukan sambal rawit tetapi sambal cabai merah yang halus dan pedas. Pelengkap lain yang jadi ciri khasnya adalah kerupuk kanji yang merah 'ngejreng'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rasanya gurih, renyah, sedikit pedas, nyam..nyam nikmat luar biasa, bisa disantap dengan katupe (ketupat) atau nasi putih. Kuahnya memakai banyak lada, kapulaga dan jintan sehingga aromanya segar, mirip kari. Maka jangan kaget kalau habis menyantap soto ini dijamin keringat berlelehan...
Yang unik, soto Padang ini selalu disajikan dalam mangkuk keramik Cina yang mungil. Tak ada yang tahu pasti apakah karena tradisi atau trik dagang para uda dan uni dari ranah Minang. Karenanya menyantap semangkuk kecil selalu terasa kurang. Tak heran jika para pembeli selalu berteriak 'tambo cie sotonyo..'! (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN