Abang penjual kue pancong langganan saya ini memang berjualan setiap pagi dengan gerobak yang diparkir disamping halte bus. Gerobaknya memakai etalase kaca untuk menyimpan kue pancong yang telah jadi sehingga meminimalisasi debu jalanan. Sedangkan panggangan kuenya ditutupi oleh papan didepannya. Ya, meskipun tidak benar-benar higenis namun lumayan bersih dibanding dengan penjual pancong lainnya yang biasa saya temui...
Biasanya kue pancong terbuat dari tepung beras dan kelapa yang muda yang diparut, sehingga rasanya enak dan gurih. Biasanya si abang penjual pancong telah menyediakan adonan yang ditaruh didalam wadah plastik. Jika ada yang ingin membeli hangat-hangat, barulah adonan dituang di dalam cetakan dengan memakai api kecil, kemudian cetakan ditutup hingga kue pancong matang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti biasa saya pun kemudian membeli 5 buah kue pancong yang masih hangat dengan sedikit taburan gula sebagai bekal perjalanan. Maklum perjalanan rumah dan kantor memakan waktu lumayan lama, jadi sambil menembus kemacetan mulutpun terus bergoyang menyantap kue pancong. Apalagi harganya yang murah meriah, hmmm... uenaknya... (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN