Pancong... Panconggg!!

Pancong... Panconggg!!

- detikFood
Rabu, 21 Mei 2008 18:15 WIB
Jakarta - Siapa yang tak kenal kue pancong? Kue ini hampir dijual dimana-mana, biasanya sih dengan memakai dorongan atau pikulan dan dijual di pinggir-pinggir jalan. Dimakan selagi hangat untuk camilan atau pengisi perut yang kosong ketika berangkat kerja, hmm... boleh juga loh!

Abang penjual kue pancong langganan saya ini memang berjualan setiap pagi dengan gerobak yang diparkir disamping halte bus. Gerobaknya memakai etalase kaca untuk menyimpan kue pancong yang telah jadi sehingga meminimalisasi debu jalanan. Sedangkan panggangan kuenya ditutupi oleh papan didepannya. Ya, meskipun tidak benar-benar higenis namun lumayan bersih dibanding dengan penjual pancong lainnya yang biasa saya temui...

Biasanya kue pancong terbuat dari tepung beras dan kelapa yang muda yang diparut, sehingga rasanya enak dan gurih. Biasanya si abang penjual pancong telah menyediakan adonan yang ditaruh didalam wadah plastik. Jika ada yang ingin membeli hangat-hangat, barulah adonan dituang di dalam cetakan dengan memakai api kecil, kemudian cetakan ditutup hingga kue pancong matang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak seperti penjual kue pancong lainnya yang memakai taburan keju atau cokelat pada kue pancong, sang abang penjual langganan saya ini hanya menaburkan gula pasir saja. "Wah takut kemahalan neng harga jualnya kalau pakai keju dan cokelat," ujarnya pada saya suatu hari.

Seperti biasa saya pun kemudian membeli 5 buah kue pancong yang masih hangat dengan sedikit taburan gula sebagai bekal perjalanan. Maklum perjalanan rumah dan kantor memakan waktu lumayan lama, jadi sambil menembus kemacetan mulutpun terus bergoyang menyantap kue pancong. Apalagi harganya yang murah meriah, hmmm... uenaknya... (dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads