Bagi para pencinta minuman berwarna hitam pekat ini, pastinya sudah tidak asing dengan nama 'Koffie Fabriek Aroma' yang terletak di Jl. Banceuy 51, Bandung. Jika melihat tempatnya mungkin Anda bakal terkecoh, karena tempatnya berupa bangunan tua bergaya kolonial Belanda dan bukanlah seperti café modern masa kini.
Namun hal tersebut rasanya wajar, karena pabrik kopi ini sudah ada sejak tahun 1930an. Nah, jika Anda berkunjung dan kebetulan bertemu pemiliknya yaitu Pak Widyapratama, Anda pun bukan hanya sekedar menikmati kopi saja namun juga mendapatkan banyak ilmu kopi darinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah di gudang itulah beliau menyimpan biji-biji kopinya hingga 8 tahun lamanya. Mengapa 8 tahun? Menurutnya konon itulah waktu terbaik untuk penyimpanan kopi. Lagi pula semakin lama biji kopi disimpan, maka kadar kafeinnya akan semakin rendah dan cita rasanya pun akan semakin mantab!
Tak jauh beda seperti bentuk bangunannya, semua peralatan yang pergunakan seperti tungku pengolah juga masih bergaya jadoel. Namun hebatnya kopi Aroma ini banyak digandrungi oleh para pencinta kopi dari seluruh belahan dunia selama puluhan tahun lamanya.
Sang pemilik pun tak segan-segan meracikkan para pembelinya secangkir kopi sesuai permintaan. Aneka jenis kopi baik robusta dan arabika, dari kopi Toraja, Java, Medan, Timor, Bali, hingga Aceh dapat menjadi pilihan. Gimana komplet bukan?
Setiap harinya Koffie Fabriek Aroma ini buka sejak pukul 6 pagi. Jika Anda pencinta kopi sejati, rasanya pengalaman menjelajahi warisan Kopi Aroma dari kota Bandung ini sayang untuk dilewatkan begitu saja! (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN