Lumpia merupakan penganan yang diadaptasi pertama kali oleh orang Tionghoa yang berlabuh ke Semarang, kemudian berkembang dan 'merajalela' hingga saat ini. Bahkan Semarang, melainkan Jakarta, Malang, bahkan Vietnam pun punya lumpia. Meskpun dari segi isi dan saus yang agak berbeda.
Aneka macam isi ditawarkan, mulai dari rebung, ayam, udang hingga variasi antara rebung, tauge, ayam, udang dan telur dadar yang telah diiris-iris halus. Kulitnya terbuat dari adonan tepung terigu yang dicampur dengan telur dan sedikit air. Bila tak memiliki waktu untuk membuat kulitnya, bisa dibeli dalam kondisi yang sudah jadi di pasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan lumpia Semarang, lumpia Vietnam memiliki ciri khas sendiri. Lumpia khas negeri baby dragon ini memiliki kulit dengan tekstur yang lebih lembut. Isinya lebih bervariatif, ada bihun, udang rebus dan daun selada. Kulitnya yang putih dan lentur terbuat dari tepung beras yang dikukus. Lumpia Vietnam bisa juga didapatkan dalam keadaan basah dan goreng. Bun atau kulit lumpia dalam bahasa Vietnam, bila digoreng hmm... terasa renyah dan gurih. Benar-benar crunchy.
Sulit untuk menentukan mana yang terbaik dan paling enak, karena sebagai penggemar lumpia saya menyukai keduanya. Yang terpenting bagi saya adalah lumpia, yang bila dicocol ke dalam saus asam manis kental dan begitu digigit... krenyes.. krenyess... nyummy!! (dev/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN