Meskipun sekarang yang namanya makanan begitu banyak dari burger, pizza atau spaghetti tetap saja nggak bisa membuat saya ngiler berat seperti ketika melihat gethuk. "Dasar lidah ndeso," ujar seorang teman yang mengomentari kegemaran saya akan makanan tardisional yang satu ini.
Sebenarnya bukan hanya suka karena rasanya, gethuk juga makanan yang banyak menyimpan kenangan sewaktu kecil. Termasuk kenangan bersama ibu saya yang suka sekali membelikan gethuk lindri sepulang dari pasar. Apalagi bentuknya yang berwarna-warni dan terbungkus daun pisang hmm... makin memikat dan membuat gak sabar untuk mencicipinya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya penjual gethuk kini lumayan langka alias jarang ditemui. Kadang saya menjumpai penjual gethuk dorongan yang menjajakan dagangannya diringi lagu-lagu dangdut yang memakai speaker keras. Sayang, rasanya kok kurang begitu nendang ya? padahal jika dilihat sepintas warna-warni gethuk sudah membuat saya menelan air liur.
Hmm... berhubung besok hari libur saya ingin berburu gethuk ah. Nah, mungkin di antara pembaca ada yang tahu penjual gethuk lindri yang uenakkk! (dev/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN