Camembert, Gurih Mulus Meleleh di Lidah

- detikFood Kamis, 24 Nov 2011 13:58 WIB
Jakarta - Keju lunak dari Perancis ini lumer di mulut. Bentuknya bundar, lapisan luarnya berwarna putih dan agak berbulu karena jamur,. Bagian dalamnya berwarna kuning pucat dan lembut. Rasanya asin, lembut, creamy dan mulur di lidah!

Salah satu keju Perancis yang populer adalah Camembert. Nama ini diambil dari nama desa di daerah Normandy, Perancis, tempat keju ini berasal. Pada tahun 1791, seorang pendeta dari Brie, Perancis, memberikan resep keju kepada Marie Harel sebagai ucapan terima kasih karena telah menampungnya selama di Camembert.

Keturunan Marie kemudian memproduksi keju ini secara massal sehingga keju ini dikenal dengan nama keju Camembert. Keju Camembert dibuat dari susu sapi mentah kemudian diolah sedemikian rupa dengan bantuan bakteri mesophilic dan rennet.

Proses ini memakan waktu dua hari. Setelah menjadi padat, permukaan keju disemprot dengan bakteri Penicillium camemberti dan didiamkan selama tiga minggu. Keju Camembert yang sudah matang memiliki kulit luar dan tekstur creamy di bagian dalam. Jika terlalu matang, keju ini berbau tidak sedap.

Dulu, keju ini memiliki kulit berwarna biru abu-abu dengan bintik-bintik cokelat akibat jamur. Namun seiring perkembangan teknologi pangan, kulit keju Camembert kini dibuat menjadi putih.

Rasa khas keju Camembert disebabkan oleh kandungan ammonia, succinic acid, dan garam. Keju ini mengandung 24% lemak, sehingga tidak disarankan bagi orang yang sedang menjalankan program diet lemak.

Sekilas, keju Camembert sulit dibedakan dengan keju Brie. Wajar saja, karena resep keju Camembert berasal dari Brie. Perbedaannya, keju Brie diproduksi dan dipotong dengan roda yang lebih besar, sehingga bagian sisinya tidak berkulit. Selain itu, ukuran keju Camembert per kemasan lebih kecil. Hal ini membuat keju Camembert lebih cepat matang dan lebih cepat berkurang kelembabannya, sehingga rasanya lebih kuat daripada keju Brie.

Keju Camembert sebaiknya disajikan pada suhu ruang, karena jika terlalu dingin, keju ini mudah patah. Sebaliknya, dalam udara panas, keju ini cepat meleleh. Keju Camembert cocok dinikmati bersama red wine seperti Red Bordeaux atau Beaujolais. Selain itu, keju ini bisa juga dimakan dengan roti dan daging, dibuat campuran omelet, atau menjadi isi souffle, panekuk, atau pai apel.

Jika Anda menyukai citarasa yang lebih kuat, coba keju Camembert panggang. Teksturnya lebih keras daripada yang tidak dipanggang, tapi tetap meleleh di mulut. Harganya lebih mahal daripada keju Camembert biasa. Keju ini sudah diekspor ke berbagai negara dan mulai populer. Biasanya, keju Camembert dijual dalam kemasan kayu bundar berukuran 250 gram. Bisa dibeli di pasar swalayan besar. Sekali mencicipi, dijamin ketagihan sensasinya!



(Odi/Odi)