Saffron Si Benang Emas yang Semerbak

- detikFood Jumat, 18 Nov 2011 14:09 WIB
Jakarta - Bunganya berwarna ungu lila cantik merekah. Putik sarinya yang kuning tua menjuntai. Merupakan rempah termahal di dunia. Rasanya sedikit pahit dan berbau harum. Dipakai sebagai bumbu dan pewarna makanan.

Saffron atau kuma-kuma adalah salah satu jenis rempah dari bunga crocus sativu yaitu bagian tangkai putik. Bunga saffron berwarna ungu nan cantik ini hanya memiliki tiga putik teksturnya halus seperti benang, berukuran 2,5-4 cm, memiliki warna oranye terang seperti kunyit dan berkualitas tinggi.

Jika dicicpi rasanya sedikit pahit dan aromanya seperti legit mirip. Tangkai putik bunga saffron mudah menjadi kering karena itu biasanya disimpan di dalam wadah kedap udara atau botol. Karena jumlah putiknya sedikit maka saffron termasuk rempah termahal di dunia.

Rempah ini telah dibudayakan sejak 3000 tahun lalu dan dicatat dalam naskah botani asal abad ke-7 SM. Sebagian besar saffron ditanam di wilayah Mediterania hingga ke timur wilayah Kashmir. Setiap tahun dihasilkan sekitar 300 ton saffron dari seluruh dunia yang memproduksi saffron.

Urutan negara-negara penghasil safron yang utama adalah Iran, Spanyol, India, Yunani, Azerbaijan, Maroko, dan Italia. Saffron akan tumbuh subur jika cukup mendapat air, di tanah yang gembur dan memilliki kemiringan yang banyak mendapat matahari.

Saffron mengandung crocin sebagai salah satu bahan pewarna karotenoid yang membuat makanan menjadi berwarna kuning keemasan. Banyak mengandung anti-karsinogenik, anti-mutagenik, immunomodulasi, dan antioksidan.

Tanaman ini berfungsi sebagai pencegah kanker, meningkatkan kemampuan melihat, dan memperbaiki sistem imun. Selain itu saffron juga dapat mengobati gejala depresi, yaitu dengan mencampurkan saffron kedalam teh hangat atau sebarkan saffron di atas tempat tidur.

Umumnya saffron digunakan pada warna nasi kuning seperti di India sebagai pilaus meriah dan di Milan untuk pewarna risotto. Biasanya digunakan pada masakan Asia seperti masakan India, Arab, atau Turki. Safron juga sering digunakan untuk pewarna pada kue-kue, permen, dan minuman keras.

Di Indonesia penggunaan saffron masih sangat jarang, untuk mendapatlan bumbu ini sangat sulit karena harganya yang mahal. Tetapi anda dapat membelinya di toko makanan khusus yang menjual rempah-rempah, dan dapat membelinya secara online. Umumnya dikemas dalam botol mungil yang berisi beberapa helai putik saffron.

(Odi/Odi)