Rahasia Lezat Mengolah Daging Sapi (1)

- detikFood Selasa, 18 Okt 2011 14:32 WIB
Jakarta - Beefsteak yang Anda buat terasa liat atau daging tumis yang Anda masak kenyal sekali? Bisa jadi ini disebabkan Anda kurang cermat dalam memilih bagian daging sapi yang akan diolah. Coba simak dulu tips mengolah daging sapi dari Executive Chef ini.

Indonesia tergolong sebagai negara dengan tingkat konsumsi daging sapi yang rendah. Hal ini disebabkan kurangnya informasi soal sumber protein hewani yang penting. Termasuk juga cara mengolah yang benar. Dengan cara mengolah yang benar, cita rasa daging akan lebih lezat dinikmati.

Berikut ini tips jitu mengolah daging sapi seperti diungkap oleh Executive Chef, Vindex Tengker dalam acara 'Iron Family' yang digelar oleh Meat and Livestock Australia baru-baru ini.

Jenis potongan atau bagian daging:
Pilihlah jenis potongan daging sapi sesuai dengan jenis masakan yang akan dibuat. Tiap bagian daging sapi punya karakter dan tekstur yang berbeda. Misalnya, Chuck, Ribs Eye, Short Loin, Sirloin, Plate & Fank, dan Round. Jenis daging bagian sirloin yang memiliki lapisan lemak di sisinya cocok untuk beefsteak. Sedangkan bagian paha atas atau kelapa yang tidak berlemak cocok untuk rendang. Jika salah memilih bagian daging bisa jadi masakan kurang enak seperti daging liat pada steak atau rendang yang terlalu berlemak.

Menyimpan daging sapi:
Jika akan disimpan, potong-potong dulu daging sesuai kebutuhan, taruh dalam wadah tertutup dan simpan dalam freezer. Ukuran daging sapi yang kecil memudahkan proses pelumeran daging saat akan dimasak. Daging sapi beku perlu waktu 12 jam/1kg daging untuk melumerkan. Saat melumerkan, biarkan daging dalam kemasan pada suhu ruangan atau rendam dalam air bersama bungkusnya. Jangan mencuci atau melarutkan dengan air karena protein dan vitaminnya akan ikut larut.

Tingkat kematangan beefsteak:
Beefsteak memiliki 6 tingkat kematangan daging. Pertama, 'very rare' yang biasanya hanya disukai orang Prancis dengan suhu berkisar 130oF (54,4oC). Kedua, 'rare' dengan suhu 140oF atau 60oC tingkat kematangan ini digemari orang Amerika dan Eropa. Ketiga ,'medium rare' dimasak dengan suhu sekitar 145oF (62.7oC) dan 'medium' 160oF (71,1oC) biasanya disukai banyak orang. Sedangkan tingkat kematangan 'well' yaitu 170oF (76.8oC) dan 'very well done' yaitu 180oF atau 82,2oC - keduanya disukai oleh orang Indonesia.

Daging steak yang paling baik dan paling enak ada dalam tingkat kematangan medium/medium well. Rasa daging sangat empuk serta juicy. Warna merah seperti darah yang terlihat pada bagian dalam daging sapi bukan darah tetapi sari kaldu yang enak rasanya.

Saat memasak, balik daging beefsteak sekali saja agar juicy yang ada di dalam daging tidak keluar. Karenanya jangan menusuk-nusuk daging atau membalik-balik daging terlalu sering. Hal itu bisa membuat sari daging ke luar dan rasanya jadi kurang enak.

(dev/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com