Bubur khas Melayu ini memiliki rasa dan aroma yang khas. Buburnya pulen lembut berwarna kuning pekat dengan kuah kental. Irisan daun mangkokan, daun jambu biji, juga daun ketumbar bikin bubur ini tidak hanya enak tapi juga sehat!
Kalau sedang bertandang ke Sumatera Utara di bulan puasa seperti sekarang ini, bubur pedas jadi salah satu makanan yang wajib untuk dicicipi. Konon menurut cerita, bubur pedas merupakan kuliner warisan Kesultanan Deli yang selalu dinikmati selama bulan Ramadan sejak tahun 1909. Makanan khas Melayu ini tidak hanya lezat tapi juga bisa menjadi makanan penghangat tubuh.
Bagaimana tidak? Beras yang ditanak dicampur dengan berbagai macam rempah-rempah. Sebut saja temu kunci, temu hitam, jintan, serai, kunyit, temu mangga, dan berbagai macam jenis rempah lainnya. Sedangkan untuk campurannya biasanya menggunakan potongan dada ayam serta udang segar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara memasaknya tidak kalah unik. Bubur pedas dimasak dalam panci berukuran sangat besar yang ditaruh diatas tungku dengan api kayu bakar. Tak heran jika rasanya unik. Seiring berkembangnya zaman, bubur pedas pun mengalami perubahan dalam pemakaian rempah.
Hal ini dikarenakan sebagian besar rempah itu mulai sulit ditemukan. Meskipun begitu, penggemar bubur pedas justru semakin meningkat. Tidak sedikit orang yang penasaran dan mencicipi lezatnya bubur pedas khas Melayu ini.
Di bulan puasa, penjual bubur pedas bermunculan di sekitar komplek Masjid Raya sejak pukul 4 sore hingga menjelang berbuka puasa. Tentunya masyrakat yang datang harus bersabar untuk bisa menikmati kelezatan bubur pedas, karena biasanya pengunjung yang datang sangatlah banyak.
Nah, jika Anda berkesempatan berkunjung ke tanah Sumatera ramadan ini bubur pedas wajib dicoba!
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN