Santan Segar yang Gurih Wangi

- detikFood Kamis, 18 Agu 2011 12:17 WIB
Jakarta -

Santan merupakan bahan utama segala jenis makanan dan kue selama puasa. Santan pecah atau berwarna dekil sering ditemui saat memasak dengan santan. Apa saja yang perlu diperhatikan saat membuat santan segar? Yuk, simak tips lengkapnya!

Jenis Kelapa:
Santan segar dibuat dari kelapa segar. Pilihlah kelapa segar yang tua untuk diambil santannya. Jenisnya ada kelapa merah dan hijau. Kelapa hijau biasanya santannya agak dekil sedangkan kelapa merah lebih kemerahan. Khusus untuk membuat kue, pilihlah jenis kelapa merah agar warna kue tidak jelek. Khusus untuk campuran dan taburan kue, pilihlah kelapa yang sedang (tidak terlalu tua dan agak lunak) agar rasanya lebih legit serta aromanya lebih wangi.

Jenis Parutan:
Setelah dikupas, parut kelapa sesuai keperluan. Jika akan dibuat santan bisa diparut halus (dengan arah parutan melintang) atau memakai mesin. Jika akan dipakai untuk serundeng atau taburan kue-kue, partulah dengan arah vertikal agar mendapatkan serat yang panjang.

Santan Siap Pakai:
Santan instan berupa bubuk dan cair banyak dijual dalam kemasan karton atau kalengan. Santan ini bisa jadi pengganti santan segar meskipun di dalamnya diberi bahan tambahan. Perhatikan petunjuk kemasan terutama takaran penambahan air jika ingin membuat santan kental dan encer. Karena diberi 'homogenizer' maka santan ini tidak mudah pecah.

Cara memeras:
Sebaiknya jika akan diambil santannya, kupas kelapa agar lebih bersih santannya. Pertama, peras kelapa parut untuk mendapatkan santan murni pertama. Setelah itu secara bertahap tambahkan air dan peras kembali. Perasan pertama dan kedua merupakan santan kental. Sebaiknya pisahkan dahulu. Perasan setelah ini merupakan santan encer karena lebih bening. Jika sudah dipisahkan akan lebih mudah saat dipakai.

Cara memasak:
Santan pecah adalah santan yang memisah antara lapisan yang kental lebih berminyak dengan yang cair. Hal ini terjadi jika santan dipanaskan pada suhu tinggi dan tidak diaduk-aduk sehingga terjadi pemisahan dengan bagian yang berair. Karena itu panaskan santan dengan api kecil dan aduk-aduk hingga mendidih. Jika masakan memerlukan dua jenis santan, kental dan encer. Masaklah lebih dahulu bahan-bahan dengan santan encer hingga bumbu dan bahan meresap. Setelah itu baru masukkan santan kental, aduk-aduk dan panaskan kembali dengan api kecil hingga kental. Makanan bersantan seperti gulai dan kari mudah sekali basi. Karena itu tiap kali harus selalu dipanaskan kembali hingga mendidih.

Cara menyimpan:
Santan segar atau yang sudah direbus bisa disimpan dalam freezer agar tidak cepat basi. Taruh santan dalam kantong plastik tebal. Pisahkan santan kental dan encer lalu simpan di dalam freezer. Jika akan dipakai tinggal dilumerkan pada suhu ruangan. Sayangnya santan beku ini memang tidak bisa sebagus santan segar tetapi rasanya tetap gurih enak.

(Odi/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com