Yuk, Berbuka dengan Serabi Empuk dan Legit!

Yuk, Berbuka dengan Serabi Empuk dan Legit!

- detikFood
Jumat, 12 Agu 2011 11:11 WIB
Jakarta - Jika Anda penyuka jajan pasar, serabi yang gendut dan hangat mengepul ini bisa jadi camilan yang dinanti saat berbuka. Tinggal pilih kuahnya, kuah durian, nangka, atau pandan. Hmm... empuk gurih dan legit!

Saat bulan ramadan, para penjual jajanan pasar alias kue-kue tradisional pun semakin banyak. Diantara berbagai jajanan yang ditawarkan tersebut serabi termasuk paling populer. Penganan yang satu ini memang pas untuk menjadi menu berbuka puasa yang menggugah selera. Atau jika ingin membuatnya sendiri di rumah juga tak sulit, karena serabi terbuat dari bahan-bahan yang cukup sederhana.

Camilan ini memang memiliki beberapa versi. Salah satu yang terkenal adalah serabi Solo dan serabi Bandung. Perbedaannya keduanya terletak di bahan-bahan dan cara penyajiannya. Serabi Solo terbuat dari adonan tepung beras dan santan. Dicetak dengan wajan besi dengan adonan tipis di kelilingnya sehingga 'berenda'. Serabi ditaruh di atas selembar daun pisang dan tanpa kuah. Toppingnya berupa santan kental dengan tambahan meisjes, irisan nangka dan keju.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nah, kalau serabi Bandung sendiri terdiri dari campuran tepung terigu dan juga tepung beras serta santan. Cara pembuatan serabi Bandung ini memakai wajan mungil yang terbuat dari besi atau tanah liat. Ada yang bilang kalau memakai tanah liat maka rasa serta aroma serabi ini lebih nikmat. Serabi Bandung memiliki tekstur pori-pori halus di permukaannya dan juga bisa dibuat dengan tambahan pandan sehingga warnanya hijau.

Jenis kinca atau kuah serabi ini cukup beragam ada yang memakai kuah santan gula merah, tetapi ada juga kuah durian, kuah nangka, atau kuah pandan. Semuanya tinggal dipilih tergantung dengan selera. Karena serabi biasanya berukuran kecil, maka penganan ini biasanya dijual dalam plastik-plastik dengan isi 3-4 buah serabi per bungkus. Serabi ini paling enak dimakan saat masih hangat mengepul dengan rendaman kuah dan segelas teh hangat saat berbuka.

Serabi Solo maupun serabi Bandung banyak dijual di pasar kaget ramadan, seperti di bilangan Benhil atau pasar kaget ramadan Jl. Panjang. Penganan ini juga banyak dijumpai di toko-toko kue atau bakery-bakery. Ayo, mau pilih serabi Solo atau serabi Bandung untuk menu berbuka sore nanti?

Jika Anda penyuka jajan pasar, serabi yang gendut dan hangat mengepul ini bisa jadi camilan yang dinanti saat berbuka. Tinggal pilih kuahnya, kuah durian, nangka, atau pandan. Hmm...empuk gurih dan legit!

Saat bulan ramadan, para penjual jajanan pasar alias kue-kue tradisional pun semakin banyak. Diantara berbagai jajanan yang ditawarkan tersebut serabi termasuk paling populer. Penganan yang satu ini memang pas untuk menjadi menu berbuka puasa yang menggugah selera. Atau jika ingin membuatnya sendiri di rumah juga tak sulit, karena serabi terbuat dari bahan-bahan yang cukup sederhana.

Camilan ini memang memiliki beberapa versi. Salah satu yang terkenal adalah serabi Solo dan serabi Bandung. Perbedaannya keduanya terletak di bahan-bahan dan cara penyajiannya. Serabi Solo terbuat dari adonan tepung beras dan santan. Dicetak dengan wajan besi dengan adonan tipis di kelilingnya sehingga 'berenda'. Serabi ditaruh di atas selembar daun pisang dan tanpa kuah. Toppingnya berupa santan kental dengan tambahan meisjes, irisan nangka dan keju.

Nah, kalau serabi Bandung sendiri terdiri dari campuran tepung terigu dan juga tepung beras serta santan. Cara pembuatan serabi Bandung ini memakai wajan mungil yang terbuat dari besi atau tanah liat. Ada yang bilang kalau memakai tanah liat maka rasa serta aroma serabi ini lebih nikmat. Serabi Bandung memiliki tekstur pori-pori halus di permukaannya dan juga bisa dibuat dengan tambahan pandan sehingga warnanya hijau.

Jenis kinca atau kuah serabi ini cukup beragam ada yang memakai kuah santan gula merah, tetapi ada juga kuah durian, kuah nangka, atau kuah pandan. Semuanya tinggal dipilih tergantung dengan selera. Karena serabi biasanya berukuran kecil, maka penganan ini biasanya dijual dalam plastik-plastik dengan isi 3-4 buah serabi per bungkus. Serabi ini paling enak dimakan saat masih hangat mengepul dengan rendaman kuah dan segelas teh hangat saat berbuka.

Serabi Solo maupun serabi Bandung banyak dijual di pasar kaget ramadan, seperti di bilangan Benhil atau pasar kaget ramadan Jl. Panjang. Penganan ini juga banyak dijumpai di toko-toko kue atau bakery-bakery. Nah, mau pilih serabi Solo atau serabi Bandung untuk menu berbuka sore nanti?
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads