Di awal bulan depan, seluruh masyarakat Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek yang jatuh tepat tanggal 3 Februari 2011. Tradisi Imlek ini sudah ada sejak ratusan tahun silam. Perayaan ini dirayakan untuk menyambut musim semi sebagai wujud rasa syukur dan juga harapan agar mendapatkan rejeki yang melimpah di tahun depan.
Satu jenis kue yang wajib ada saat imlek adalah kue keranjang atau yang dikenal juga dengan nama nian gao. Kue ini dibuat dari adonan tepung ketan dan gula, kadang-kadang ditambahkan sedikit terigu dan pewarna serta perasa. Karena itu jenisnya sangat beragam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kue keranjang wajib ada saat tahun baru Imlek bukan tanpa alasan. Nian Gau (nama lain kue keranjang) terdiri dari kata Nian yang berarti' tahun' atau 'tinggi' dan Gao yang berarti kata kue dan juga terdengar seperti kata tinggi. Oleh sebab itu kue ini melambangkan sesuatu yang lebih tinggi yang akan dicapai di tahun baru.
Dulu, banyaknya atau semakin tinggi susunan kue keranjang menandakan kemakmuran si pemilik rumah. Umumnya kue keranjang disusun dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.
Di Jakarta, Kue keranjang asli pengrajin Indonesia keturunan Tionghoa yang terdapat di daerah Tangerang dan juga Bogor. Di daerah Bogor, kue keranjang yang paling tersohor adalah milik Cik Eng. Biasanya, kue keranjang ini dibungkus dengan daun pisang. Rasanya manis dan agak mirip dengan dodol karena memang bahan dasarnya adalah gula merah dan juga tepung ketan.
Kini, daun pisang sedikit sulit dijumpai sehingga kue keranjang pun dibungkusΒ plastik. Kue keranjang yang lokal banyak dijual di toko dan pasar swalayan. Sedangkan nian gao bentuk ikan banyak dijual di bakery atau resto Cina berbintang dengan harga lebih mahal.
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN