Kue yang kenyal-kenyal manis ini selalu saja ada di beberapa perayaan hari besar khususnya imlek. Kue keranjang ini memang identik dengan perayaan masyarakat Tionghoa. Konon katanya, kue ini wajib dimakan setelah prosesi sembahyangan di hari imlek. Karena rasanya manis dan lengket merupakan lambang harapan akan datangnya pengalaman manis dan menyenangkan di tahun baru.
Kue keranjang atau yang sering disebut dengan dodol Cina ini dibuat di daerah Tegal, daerah pinggiran pantura dan Tangerang. Bahan dan proses pembuatan dodol atau kur keranjang ini tak beda jauh dengan dodol tradisional. Adonan tepung ketan, gula, santan dimasak dengan api sedang dan diaduk dalam kuali selama berjam-jam hingga menjadi kental dan lentur. Setelah itu barulah dicetak dengan keranjang atau cetakan bundar.
Padahal dodol juga dikenal di berbagai wilayah di Indonesia, dodol garut, dodol Betawi dan dodol buah dari Malang.Β Karena proses membuatnya lama dan bahannya lumayan mahal, dodol hanya disajikan di hari-hari khusus seperti Lebaran dan imlek. Selain dodol Cina atau kue keranjang di Tangerang selalu juga dihadirkan aneka dodol lain yang mirip dodol Betawi.
Tidak hanya polos saja tetapi dodol diberi campuran kacang met yang dibelah-belah atau digulung dalam biji wijen sehingga rasa dodol tak hanya manis saja tetapi manis gurih renyah.Β Di berbagai wilayan di Jawa, dodol tradisional yang dicampur dengan beberapa jenis buah, seperti dodol apel, dodol salak, dan dodol durian.
Nah, sudah Anda menentukan pilihan dodol untuk perayaan imlek di tahun macan logam ini? Salah satu jenis dodol tadi mungkin bisa Anda sajikan atau jadikan bingkisan untuk keluarga dan kerabat Anda.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN