Di sejumlah pusat perbelanjaan telah tampak kemeriahan menyambut datangnya Sin Tjia atau tahun baru Imlek 2561 yang jatuh pada 14 Februari 2010 nanti. Berbagai pernak-pernik sudah tampak dijajakan seperti lampion, amplop merah (angpao), bunga Mei Hua, mercon gantung. Selain itu ada pula kue keranjang, kue mangkok, permen, dan tentunya aneka manisan buah kering yang diserbu oleh kaum Tionghoa.
Manisan khas Imlek ini biasanya terdiri dari aneka macam buah yang sudah dikeringkan. Ada pula yang sudah dikemas dalam kardus atau kotak segi enak yang berisi berberapa jenis manisan. Beberapa manisan yang biasanya diminati adalah jeruk kering, kana, kurma, kiwi, ceri, cermai, dll.
Manisan buah kering saat Imlek sudah menjadi ritual wajib bagi kaum tionghoa karena memiliki arti tersendiri. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa permen dan manisan merupakan perlambang hidup yang manis. Nah, agar tahun yang dimasuki penuh dengan hal yang manis maka di tahun baru disajikanlah manisan. Selain disuguhkan sebagai makanan wajib manisan ini biasanya juga ditaruh sebagai sesaji untuk para leluhur.
Β
Untuk berburu manisan buah kering ini bisa dilakukan di berbagai pusat perbelanjaan. Salah satunya adalah pasar Petak Sembilan yang merupakan kawasan pacinan Glodok. Disini pembeli bisa berburu aneka manisan baik yang dijual kiloan atau dalam wadah kotak dengan harga yang bervariasi.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN