Gembus, si Ndeso yang Bikin Kangen

Gembus, si Ndeso yang Bikin Kangen

- detikFood
Jumat, 22 Jan 2010 16:48 WIB
Jakarta - Tak banyak memang yang jual makanan ini. Tapi kalau sudah mencobanya, pasti suka. Rasanya tak berbeda jauh dengan tempe dan tahu. Ingin dimasak dengan sayur ataupun digoreng balut tepung? Boleh-boleh saja!

Tempe gembus adalah salah satu makanan masyarakat Jawa. Tempe ini terbuat dari ampas tahu yang difermentasi dengan ragi tempe. Teksturnya yang lembut ini yang menyebabkan tempe ini disebut dengan gembus. Soal rasa tentu saja tidak jauh berbeda dengan tempe dan tahu meskipun menurut saya ini jauh lebih mirip dengan rasa tempe.

Ampas tahu yang dibuat tempe gembus ini memiliki rasa gurih. Sayangnya, tidak terlalu banyak nilai nutrisi yang terdapat di dalamnya. Meskipun begitu, tempe gembus tetap saja banyak peminatnya. Mungkin karena rasanya yang gurih apalagi jika sudah diolah bermacam-macam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, tempe gembus dimasak dengan cara digoreng dengan tepung seperti tempe goreng pada umumnya. Atau bisa juga di bacem dan di sayur santan bersama kacang panjang. Kalau dimasak dengan cara digoreng tepung dan dibacem, tempe gembus ini paling enak ditemani dengan cabai rawit.

Di daerah Temanggung, tempe gembus biasa disebut juga dengan nama tahu cokol atau tahu susur. Hal ini dikarenakan tempe gembus ini di masak seperti layaknya tahu isi. Di Jakarta, tempe gembus pernah saya jumpai di beberapa warung bakmi godog. Tapi tidak semua warung bakmi godog menyediakannya. Salah satunya adalah di warung bakmi godog Mbah Surip yang masih bisa ditemui.

Nah, kalau Anda ingin mencicipinya Anda bisa membelinya di pasar-pasar tradisional antara lain PasMo BSD. Tempe gembus dijual masih dalam keadaan mentah. Harga tempe gembus perbuah cukup murah, hanya Rp 500,00 perbuah. Tak bikin kantong bolong bukan?

(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads