Setiap daerah memiliki makanan khas yang biasanya dijadikan oleh-oleh, begitu pula Batam. Sebut saja kue bingka bakar, kue dram-dram, dan kue bilis gulung merupakan sebagian makanan khas Melayu Batam yang paling banyak dicari oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.
Untuk kue bilis gulung, meskipun disebut kue makanan ini sebenarnya lebih berupa snack atau camilan. Ikan bilis merupakan ikan air laut yang berwarna abu-abu kehijauan dan kecil seperti teri jengki, rasanya gurih renyah. Selain dimakan sebagai lauk, ikan bilis yang banyak di daerah Kepulauan Riau dan Batam ini diolah menjadi camilan.
Kue bilis gulung juga populer dengan sebutan angko bilis atau bilis berselimut. Pembuatan kue ini masih terbilang tradisional dan dikerjakan oleh para usaha rumahan. Pembuatan bilis gulung diawali dengan membuat adonan kulit yang terdiri dari campuran tepung terigu, tepung gandum, telur, dan bumbu lainnya. Lalu ikan bilis digulung dengan adonan tipis tersebut dan digoreng hingga kering renyah.
Di Batam camilan ini bisanya disajikan pada perayaan keagamaan seperti lebaran misalnya. Kue bilis gulung biasanya dinikmati masyarakat Batam sebagai camilan sore atau teman menonton televisi. Rasanya yang krenyes gurih dan enak ini ternyata juga bisa tahan lama hingga beberapa bulan, sehingga cocok dijadikan buah tangan.
Untuk memperoleh kue bilis gulung di Batam tak sulit, karena camilan ini hampir ada di setiap toko oleh-oleh. Untuk setiap 300gr kue bilis gulung dihargai sekitar Rp 30.000,00. Meskipun cukup mahal namun rasanya yang renyah gurih dijamin membuat ketagihan.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN