Awal mula toko Oen dibuka di Yogyakarta tepatnya sekitar tahun 1922. Pemiliknya adalah oma dan opa bernama Oen Tjoen Hok. Seiring waktu, Toko Oen pun berkembang dan membuka cabang di beberapa kota lainnya sebut saja Malang, Semarang, hingga merantau hingga negeri kincir angin, Belanda.
Di Semarang, Toko Oen yang terletak di salah satu sudut Jl. Pemuda ini sudah berumur sekitar 73 tahun lamanya. Memang banyak yang berubah saat berkunjung ke Toko Oen Semarang ini. Meskipun langit-langit tinggi dengan lampu gantung dan jendela-jendela lebar yang menjadi ciri khas toko Oen sejak jaman Kolonial dulu masih dipertahankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Home made ice cream ini disajikan dalam gelas mungil dari keramik plus sebuah sendok kecil. Tekstur ice cream ini lebih lembut dari ice cream pada umumnya, baunya harum namun lebih cepat mencair. Tentunya karena ice cream ini dibuat hanya dari susu sapi murni, kuning telur ayam dan bahan-bahan alami lainnya seperti buah-buahan, kacang dan cokelat. Sedangkan ice cream modern saat ini yang kebanyakan memakai bahan pengawet, bahan pengental dan perasa tiruan. Jadinya selain rasanya yang nyummy abis... juga aman untuk dikonsumsi.
Sebagai teman menikmati ice cream ada kue camilan dan kue kering kuno. Kue-kue seperti ontbjitkoek, saucijsbrood, kroket Belanda, speculaas, zandkoekjes, kaastengels ini bahkan bisa dipilih sendiri oleh pengunjung. Karena kue-kue ini ditaruh dalam toples-toples dan nampan-nampan dalam etalase kaca.
Untuk menikmati ice cream Oen pengunjung tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Untuk segelas ice cream dihargai mulai dari Rp 10.000,00/porsi hingga Rp 17.500,00. Bahkan Toko Oen juga menyediakan ice cream berukuran 1 liter bagi mereka yang menginginkan porsi besar.
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN