Maraknya berita mengenai makanan serta jajanan di luar rumah yang mengandung bahan tambahan makanan atau zat kimia lain yang membahayakan kesehatan tentu saja memberikan rasa khawatir yang sangat besar khususnya bagi para orangtua. Seperti yang diberitakan akhir-akhir ini, bakso dengan daging celeng atau jajanan sekolah yang dicampur dengan borak agar tampilan nya lebih menarik dan lebih awet. Namun tanpa tahu hal tersebut, makanan-makanan inilah yang justru banyak digemari.
Banyak para ibu sangat khawatir dengan kondisi ini, namun apalah artinya jika kita tidak melakukan sesuatu sebagai solusi. Tidak sedikit orang yang memilih pergi ke restoran untuk mendapat kan makanan yang lezat, begitu juga anak-anak yang memilih jajan di luar untuk mengenyangkan perut mereka ketimbang makan masakan rumah yang disediakan oleh ibunya.
Nah.. sekarang kita sebagai ibu yang menguasai dapur dimana dapur adalah salah satu media untuk menjadikan bangsa ini bangsa yang hebat, harus bisa menyiasati agar tetap dapat memberikan masakan sehat dan cukup gizi namun tetap digemari oleh anggota keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MNG (Mono Natrium Glutamat) adalah garam natrium dari asam glutamat, yang merupakan salah satu asam amino non-esensial paling berlimpah yang tersedia secara alami.
MNG adalah murni alami yang dibuat melalui proses fermentasi yang serupa proses untuk menghasilkan berbagai bahan pangan seperti kecap, yoghurt, tape, dsb. Bahan baku dari tumbuhan, yang mengandung glukosa: tetes tebu, tapioka, jagung, bit, kentang dll. unsur karbohidrat dari bahan-bahan tersebut diolah melalui proses fermentasi menjadi Asam Glutamat.
Asam Glutamat merupakan bagian penting NUTRISI PROTEIN, dalam bentuk Asam Amino non-essensial yang dibutuhkan sebagai nutrisi otak manusia. Protein adalah komponen terbesar dalam tubuh manusia setelah air yang jumlahnya adalah 1/6 dari berat tubuh manusia dan tersebar di dalam otot, tulang, kulit, serta berbagai cairan tubuh. Asam Glutamat merupakan adalah komponen protein terbesar (20%). Kekurangan protein dapat menyebabkan keterlambatan daya pikir atau cepat lupa/pikun.
Secara alami, tubuh manusia juga menghasilkan asam glutamat dan menyimpan dalam jaringan otot, otak dan jaringan tubuh lainnya. Selain dihasilkan tubuh, Asam Glutamat secara alami banyak terdapat pada banyak bahan pangan yang kita konsumsi dalam kehidupan sehari-hari seperti daging sapi, ayam, ikan, udang, sayur mayur, tomat, dan juga bumbu masak seperti terasi serta Air Susu Ibu (ASI) juga mengandung kadar Glutamat yang tinggi. Oleh karena itu Asam glutamat dari MNG dapat dicerna dan diserap tubuh sama persis dengan yang berasal dari bahan makanan tersebut.
MNG dapat membantu menghilangkan rasa tidak enak pada makanan, misalnya menghilangkan rasa "langu" pada masakan sayuran dan kentang, juga dapat memadukan berbagai rasa yang terdapat pada masakan sup dan saus. Aroma dan kualitas masakan yang dihasilkan pun meningkat, sehingga kita dapat menghidangkan aneka makanan yang enak dengan aroma yang sedap tanpa ragu.
Sesuai namanya, adalah natrium (sodium) dan glutamat. MNG mengandung natrium sekitar 12% dari berat MNG, dan glutamat sebesar 78%. Sisanya adalah air sebanyak 10%. Natrium adalah mineral yang juga merupakan komponen utama garam.
Sekarang ini, asupan harian MNG di negara maju berkisar antara 0.3 -1.0 gram per hari. Angka asupan ini mungkin lebih tinggi di negara-negara Asia. Pada tahun 1995 FASEB (Federation of American Societies for Experimental Biology) lembaga di Amerika Serikat yang mendedikasikan diri untuk penelitian seputar ilmu biologi dan biomedis menjawab permintaan dari badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat FDA (Food and Drug Administration) untuk meneliti keamanan MNG. Laporan final FASEB diterbitkan dalam buku setebal 1350 halaman untuk FDA pada tanggal 31 Juli 1995. Berdasarkan laporan ini, FDA berpendapat bahwa tidak ada bukti ilmiah apa pun yang membuktikan MNG atau glutamat menyebabkan lesi otak dan penyakit kronis.
Kesimpulannya, MNG atau vetsin aman untuk digunakan atau dikonsumsi dalam makanan sehari-hari. Berbagai “mitos” tentang efek samping MNG tidak memiliki bukti ilmiah yang kuat, sehingga seluruh badan pengawasan makanan dunia masih menggolongkan MNG sebagai bahan yang “Generally Recognized as Safe” (GRAS) dan tidak menentukan berapa batas asupan hariannya. Jadi MSG Aman dikonsumsi tanpa batasan, dapat dikonsumsi setiap hari secukupnya seperti halnya lada, garam dan gula.
WHO dan badan kesehatan di berbagai negara, termasuk BPOM di Indonesia menyatakan penggunaan MNG pada masakan aman karena penyerapan dari penggunaan MNG sebagai zat tambahan makanan (seperti gula, garam, dll) sama seperti mengkonsumsi makanan alami oleh tubuh kita. DEPKES RI juga mengakui MNG sebagai bahan yang sangat aman dan tidak memiliki efek samping.
Selain aman untuk digunakan, MNG juga memiliki manfaat untuk diet rendah garam, peningkat nafsu makan pasien opname, memperbaiki fungsi mulut, membantu gangguan saluran cerna pada orang tua dan memperbaiki gizi pada orang tua yang di opname.
MNG tentunya berbeda dengan rasa asin, manis, pahit dan asam yang juga dirasakan oleh indera pengecap kita. Jadi jelas efek rasa dari MNG tidak sama dengan gula walaupun MNG terbuat dari tetesan tebu setelah mengalami proses alami berupa fermentasi yang menghasilkan glutamate.
SASA MNG membantu membuat masakan sehat dirumah menjadi lebih lezat karena SASA MNG dibuat dari bahan alami tetes tebu melalui fermentasi yang menghasilkan Protein Glutamat secara alami, dan diproses secara higenis untuk menghasilkan produk berkualitas. Silahkan gunakan SASA MNG untuk membuat masakan sehari-hari yang sehat, lezat dan disukai keluarga tanpa perlu khawatir.
Tidak perlu takut dan parno terhadap penggunaan MNG. Tetap bijak dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung MNG, karena reaksi dan efek samping hasil konsumsi berbeda di setiap orang. Gunakan MNG secara wajar dan secukupnya dalam membuat masakan. Segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik bukan?
Kunjungi www.makeslifetastier.com untuk mendapatkan berbagai resep masakan lezat dan sehat setiap hari, serta berbagai tips dapur lain nya yang dapat membuat hidup lebih berasa!
*Sumber: dr. Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, Master of Nutrition & Dietetics, Spesialis Gizi Klinik dari Melinda Hospital, Bandung.
(adv/adv)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN