Rasakan Daging Sapi Australia yang Tak Terlupakan di The Great Escape

Advertorial - detikFood Jumat, 25 Jun 2021 00:00 WIB
adv mla Dok. MLA
Jakarta - Yummy, kira-kira seperti itulah kesan saat menyantap olahan daging sapi Australia atau yang biasa disebut daging merah. Wajar, karena sudah sejak lama kualitas daging asal Negeri Kanguru ini dikenal di berbagai negara. Teksturnya yang lembut dan juicy membuat daging merah ini begitu dinikmati para penikmat masakan olahan daging. Selain itu daging merah juga kaya nutrisi, terutama zat besi.

Dalam rangkaian event kuliner yang dihelat oleh Meat and Livestock Australia (MLA) di sejumlah tempat, para chef unjuk kebolehan mengolah daging merah ini.

Chef Thanutchaya Bangriem - Executive Chef Greyhound Café

adv mlaDok. MLA

Executive chef wanita asal Thailand di Greyhound Café ini mengolah daging merah menjadi Grilled Sirloin Steak dalam perhelatan The Great Steak Escape 2021 yang digelar MLA. Wanita yang akrab dipanggil Chef Dao ini memilih daging sapi Australia muda karena minim kandungan lemak dan teksturnya yang lembut. Daging tersebut di-grill dengan tingkat kematangan medium.

Chef Dao memadukan steak yang dibuatnya dengan Blackpepper Sauce untuk menghasilkan rasa yang lebih menggoyang lidah para penyantapnya. Alasan Chef Dao memilih daging sapi Australia karena kualitasnya yang baik.

"Lemaknya sedikit dan ketika di-grill harum dan rasanya enak," ungkapnya.

Chef Stefu Santoso - Executive Chef Aprez Café

adv mlaDok. MLA

Chef Stefu Santoso, yang merupakan Executive Chef Aprez Café, dalam event The Great Steak Escape 2021 mengolah daging sapi Australia menjadi soto daging sumsum yang menggoyang lidah.

Chef Stefu menggunakan bahan dasar daging sapi Australia yang aman dan halal dikonsumsi. Tentu saja, kelebihan daging sapi Australia juga lebih cepat matang, empuk dan gurih.

Tak seperti soto lainnya, di mana daging hanya sekadar direbus, Chef Stefu memilih memanaskan daging sebelum mencampurnya dengan kuah soto. Sementara untuk tulang sapi, Chef Stefu melakukan grill untuk mengekstrak sumsum di dalamnya dan menghasilkan rasa yang nikmat.

Chef Martin Weise - Executive Chef Sailendra Restaurant, JW Marriott Hotel

adv mlaDok. MLA

Executive Chef Sailendra Restaurant, JW Marriott, Chef Martin Weise, mengolah daging sapi Australia Sous Vide Australian Beef Sirloin dalam acara The Great Steak Escape di Sailendra Restaurant JW Marriot Hotel, Jakarta.

Chef Martin mengolah daging merah menggunakan teknik memasak sous vide. Cara memasak yang pertama diperkenalkan di Perancis ini caranya dengan memasukan bahan makanan (daging) ke dalam kantung kedap udara lalu dimasukkan ke dalam wadah dengan air bersuhu tertentu. Teknik ini dianggap memiliki banyak keunggulan.

Salah satunya bisa membuat daging premium akan sangat bercita rasa. Teknik sous vide terkenal dengan kemampuannya untuk mempertahankan sari pati makanan yang dimasak. Teknik memasak ini memungkinkan daging matang sempurna pada saat proses marinasi.

Chef Martin memilih daging sapi Australia karena teksturnya yang lembut. Jadi tak perlu terlalu lama untuk diolah.

"Daging sapi Australia punya kualitas yang sangat baik. Sangat juiciness, tenderness, dan flavor," pungkas Chef Martin.

Chef Olivier Piganiol - Executive Chef Rasa Resto Ayana MidPlaza Jakarta

adv mlaDok. MLA

Chef Olivier Piganiol selaku Executive Chef Rasa Resto Ayana Midplaza mengolah daging merah menjadi hidangan fantastis yaitu Tomahawk Grill.

"Bahan utamanya bagian marbling daging sapi Australia, yaitu sebaran lemak pada daging sapi yang membentuk pola marmer. Sebelum dihidangkan daging sapi di-grill," jelasnya dalam gelaran The Great Steak Escape di Ayana MidPlaza.

Chef Olivier mengatakan tidak perlu banyak bumbu dan cara untuk mengolah daging sapi dengan kualitas sebaik daging sapi Australia, hanya dengan garam laut Bali, lada giling, dan campuran daun seperti rosemary dan lainnya serta memanggangnya di atas arang yang membara. Terbukti, sajian dari Chef Olivier sangat menggugah cita rasa dengan daging sapi yang lembut, juicy dan gurih.

Chef Gilles Marx - Founder Chef Amuz Gourmet Restaurant

adv mlaDok. MLA

Saat perhelatan The Great Steak Escape 2021 yang digelar MLA, Chef Founder Gilles Marx dari Amuz Gourmet Restaurant, menyajikan menu daging sapi Australia. Sirloin daging sapi panggang dengan kentang goreng, selada mesclun, dan saus marchand. Daging sapi Australia yang enak, kenyal, dimasak dengan sempurna.

Chef Marx memilih daging sapi Australia karena mudah dan praktis cara memasaknya, teksturnya lembut sehingga tidak perlu lama-lama dimasak.

"Tentunya daging sapi Australia sudah lolos uji coba untuk memastikan eating quality, yaitu juiciness, tenderness, dan flavor," kata Chef Marx.

Chef Sean Macdougall - Executive Chef The-Ritz Carlton Jakarta, Pacific Place

adv mlaDok. MLA

Executive Chef Sean Macdougall menyajikan menu spesial Australian Beef Sirloin Lobi-lobi Confit dengan siraman saus jamur pelawan yang menggugah selera dalam perhelatan The Great Steak Escape 2021 yang digelar oleh MLA.

Executive chef Pacific Place PA.SO.LA Restaurant, The Ritz-Carlton Jakarta ini tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memasak daging sapi Australia #TrueAussieBeef karena kualitasnya yang baik membuatnya cepat matang.

Menurut Chef Sean Macdougall, daging sapi australia memiliki kandungan serat yang cukup dengan tingkat kelembutan yang sempurna. Hal ini tentunya sangat membantu untuk menjaga tekstur daging selama dimasak. Tak lupa, dirinya membumbui sirloin dengan sedikit garam laut untuk rasa yang ekstra, serta sedikit lada hitam.

"Jangan lupa untuk menjaga proses karamelisasi saat memasak agar irisan daging tetap renyah," ujar Chef Sean Macdougall.

Chef Kong Fook Sin - Executive Chef The Chinese National Swissotel PIK Avenue

adv mlaDok. MLA

Executive Chef The Chinese National, Kong Fook Sin, mengolah daging sapi Australia menjadi Beef Black Pepper dalam acara 'The Great Steak Escape' yang digelar MLA di The Chinese National, Swissotel Jakarta PIK Avenue, Senin (21/6/2021)

Daging sapi ini terkenal memiliki standar khusus mulai dari peternakan hingga pengolahan untuk memastikan kualitas dagingnya dari segi manfaat nutrisi dan keamanannya.

"Dagingnya lebih empuk dan mudah cara memasaknya. Tidak alot juga dagingnya," kata pria yang akrab disapa Chef Sin ini.

Chef Sin juga menjelaskan bahwa daging sapi Australia ini memiliki kandungan protein yang baik untuk tubuh dan kebersihannya tidak perlu dikhawatirkan karena dipotong dengan mesin dan langsung dibekukan.

"Daging Australia ini bisa langsung dimasak karena dikemas dalam keadaan bersih, ada yang dalam chilled dan beku lalu di vakum dan dikirim" kata Chef Sin.

Cara memasak daging yang baik, kata dia, yaitu dengan api sedang dan tidak terlalu lama agar daging tetap juicy dan teksturnya lembut. (adv/adv)


Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com