Donasi 500.000 Es Krim, Aice Dukung Psikologis Tenaga Medis COVID-19

Advertorial - detikFood Rabu, 22 Apr 2020 00:00 WIB
adv aice Foto: Dok. Aice
Jakarta - Aice mendonasikan 500.000 es krim yang kemudian akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit dan instalasi medis oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sebagai langkah mewujudkan Misi Kemanusiaan pada masa pandemic COVID-19.

Melalui konferensi pers yang dilaksanakan secara digital, Aice menyebut bahwa donasi es krim dimaksudkan untuk mendukung aspek psikologis para tenaga medis agar lebih rileks dan ceria ketika bekerja sekaligus membantu menjaga daya tahan tubuh dengan kandungan vitamin C yang ada.

"Es krim yang kami distribusikan ini memiliki kandungan yang baik bagi tubuh yaitu Aice Jeruk dengan kandungan Vitamin C yang tinggi, serta Aice Susu. Dengan kecerian dari es krim pastinya kami mengharapkan dapat membantu meningkatkan imunitas para tenaga medis," ujar Brand Manager Aice Group Sylvana Zhong, Rabu (22/04/2020).

Selain es krim, ada sejumlah bantuan alat kesehatan yang diberikan oleh Aice antara lain Alat Perlindungan Diri (APD), baju hazmat, kacamata Google, masker medis, dan alat pengukur suhu tubuh (thermogun). Bantuan-bantuan tersebut sudah mulai dibagikan sejak Senin (20/4) hingga beberapa waktu ke depan.

"APD kami berikan untuk mengurangi potensi paparan COVID-19 ke para petugas medis. Selain melindungi karyawan di perusahaan kami sendiri, kami meyakini tenaga medis menjadi penentu kesembuhan masyarakat," terang Sylvana.

Adapun rumah sakit dan instalasi kesehatan yang menerima bantuan antara lain RSUD Koja, RSUD Cengkareng, RSUD Kramat Jati, RS PGI Cikini, RSUD Mampang Prapatan, RSUD Pesanggrahan, RS Graha Permata Ibu, RSUD Bantar Gebang, RSUD Ciawi, RSUD Balaraja, RSI Arafah Rembang, RS Annisa Bekasi, RS Darurat Wisma Atlet, dan satu Instalasi Peristirahatan Tenaga Medis di Hotel The Media.

"Aice sangat berharap CSR ini akan berlanjut terus. Jadi,kami mengharapkan bukan hanya kali ini berhenti tetapi kami berharap ke depannya Aice mampu kembali untuk membantu tenaga medis dan juga garda depan dalam menanggulangi COVID-19 ini," ujar Sylvana.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Quomas meyakini aktivitas lapangan yang dimotori oleh Barisan Serbaguna Ansor (Banser) akan membantu banyak rumah sakit yang saat ini sedang membutuhkan bantuan APD dalam menangani pasien yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang sudah positif.

"Bukan hanya APD-nya, namun juga jangan lupa bahwa kita mesti memberikan keceriaan di saat mereka lelah luar biasa," ujar pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Menurutnya, upaya meringankan rasa lelah dan jenuh dengan membagikan keceriaan dalam produk es krim Aice juga menjadi cara untuk meningkatkan optimisme para tenaga medis dan penunggu pasien di lingkungan berbagai rumah sakit rujukan.

"Es krim ini kami kira out of the box, tapi ada filosofi kenapa kita pakai es krim agar kita tetap dalam situasi ceria, tetap dalam situasi bahagia meskipun di tengah cobaan yang saya kira sangat memprihatinkan," jelas Gus Yaqut.

SKM Bidang Pembangunan dan Pembiayaan Kesehatan RS PGI Cikini, Brigjen TNI dr. Alexander K. Ginting S. SpP, FCCP menilai bahwa upaya gotong royong ini perlu ditularkan ke pihak lain.Menurutnya, saat ini banyak rumah sakit rujukan COVID-19 yang masih kekurangan APD yang perlu bantuan semua pihak.

Ia pun mengapresiasi bantuan APD dan es krim dari Aice Group dan GP Ansor yang telah membantu mendistribusikannya kepada para tenaga medis kesehatan di RS PGI Cikini.

"Bantuan es krim ini sesuatu yang luar biasa bagi orang rumah sakit karena hari-harinya sudah cukup melelahkan. Kalaupun keluar dari rumah sakit hanya untuk tidur. Jadi di sela-sela mereka bertugas di dalam kelelahannya ada es krim, ini satu hadiah yang istimewa," ujar dr Alex.

"Kami juga mengajak semua pihak mendukung tenaga kesehatan di seluruh Indonesia, perjuangan mereka sungguh luar biasa. Mudah-mudahan kegiatan ini akan makin memicu partisipasi lanjutan baik dari berbagai perusahaan lain untuk membantu rumah sakit lain di luar Jabodetabek," pungkas dr Alex. (adv/adv)