detikfood
Senin, 03/07/2017 07:41 WIB

Mbah Lindu, Penjual Gudeg Tertua di Yogya Terbaring Sakit

Bagus Kurniawan - detikFood
Mbah Lindu, Penjual Gudeg Tertua di Yogya Terbaring Sakit Foto: detikcom
Pencinta gudeg tentu tak asing dengan mbah Lindu. Nenek 97 tahun dengan racikan gudeg legendaris ini kini terbaring sakit.

Selama libur lebaran, banyak pencinta gudeg dan pelanggan gudeg mbah Lindu mencari sosok nenek ini. Sudah hampir sebulan mbah Lindu terbaring sakit, anak bungsunya menggantikannya berjualanan.

Mbah Lindu yang bernama asli Setya Utomo berjualan gudeg di Jln. Sosrowijayan, Kecamatan Gedong Tengen, Kota Yogyakarta. Kini Mbah Lindu saat ini dirawat di RS Panti Rapih Yogyakarta. Nenek 15 cucu ini dirawat di rumah sakit sejak hari Rabu (28/6/2017). Dia menderita demam dan pusing sejak awal bulan puasa.

Baca Juga : Selama 74 Tahun Mbah Lindu Meracik Gudeg Khas Yogyakarta
Mbah Lindu, Penjual Gudeg Tertua di Yogya Terbaring SakitFoto: detikcom

Sedangkan yang menggantikan dia jualan di pos ronda depan gang di kampung Sosrowijayan samping Hotel Grage adalah anak bungsunya, Ny Ratiah. Ratiah biasanya memang menemani mbah Lindu berjualan gudeg. Menerima pembayaran dan memberikan pesanan nasi atau bubur gudeg yang disajikan dengan alas daun pisang.

Kini ia dibantu salah seorang anggota keluarganya untuk melayani pembeli. Banyak pelanggan yang menanyakan keberadaan mbah Lindu. Sambil melayani pembeli, dia mengatakan kalau mbah Lindu sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.

Sebelum dirawat di rumah sakit, meskipun badannya meriang, mbah Lindu masih bangun, duduk di dapur untuk meracik bumbu gudeg, sambal goreng dan opor.

Mbah Lindu, Penjual Gudeg Tertua di Yogya Terbaring SakitFoto: detikcom

Gudeg mbah Lindu mulai dijual pukul 05.00 pagi dan biasanya sekitar pukul 10.00 sudah habis. Tidak hanya warga sekitar Gedong Tengen saja pelanggan yang datang membeli, namun para wisatawan datang diantar becak juga ada.

Racikan gudeg mbah Lindu dikenal tidak terlalu kering, dengan rasa manis sedang disukai pelanggannya. Apalagi sambal goreng yang pedas dan opor ayam yang mlekoh enak dimakan dengan nasi atau bubur. Ini yang membuat penikmatnya ketagihan.

Mbah Lindu, Penjual Gudeg Tertua di Yogya Terbaring SakitFoto: Detikfood

"Donganipun mawon, supados simbah enggal pulih (doakan saja, supaya si mbah cepat pulih)," komentar Ratiah sambil melayani pembeli.
(odi/bgs)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan