detikfood

Selasa, 14/03/2017 06:00 WIB

19 Jenis Produk Ayam Olahan Indonesia Diekspor Perdana ke Papua Nugini

Lusiana Mustinda - detikFood
19 Jenis Produk Ayam Olahan Indonesia  Diekspor Perdana ke Papua Nugini Foto: detikfood
Sempat vakum, industri daging ayam olahan ini mulai lakukan ekspor. Bersama dengan pemerintah, tahun ini PT. Charoen Pokphand Indonesia siap berekspansi.

PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) Food Division mendukung pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekspor negara. Ekspor produk ayam olahan dari Indonesia dihentikan oleh negara penerima sejak terjadinya wabah flu burung di Indonesia.

Wabah flu burung (avian influenza) yang terjadi pada tahun 2003 di tanah air, sempat menghentikan produksi ekspor produk olahan daging ayam ke luar negeri. Akan tetapi saat ini, produksi ayam ras nasional mengalami surplus dengan jumlah konsumsi 10 Kg per tahun.

19 Jenis Produk Ayam Olahan Indonesia  Diekspor Perdana ke Papua NuginiFoto: detikfood
Berdasarkan data Statistik Peternakan tahun 2016, populasi ayam ras pedaging mencapai 1,59 miliar ekor, ayam petelur mencapai sekitar 162 juta ekor dan bukan ayam ras mencapai 299 juta ekor.

Dari tinjauan data ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan sebesar 4,2 persen dari jumlah populasi ayam di tahun 2015. Produksi daging unggas ini menyumbang sekitar 83 persen, sedangkan produk daging ayam ras menyumbang 66 persen dari penyediaan daging ayam nasional.

Dengan kata lain, Indonesia sebenarnya sudah mampu menyediakan produksi ayam ras berapapun jumlah yang diminta oleh pasar. "Peningkatan populasi ayam ras harus diseimbangkan dengan seberapa besar permintaan pasar, untuk mengindari penurunan harga akibat over supply daging ayam dan produk turunannya," jelas Mat Syukur Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Inovasi dan Teknologi.

Akhirnya di tahun ini, ekspor produk olahan daging ayam sebanyak 5.999,25 kilogram dalam 1.000 karton milik PT Chaoren Pokphand Indonesia resmi di eskpor ke negara Papua Nugini.

Walaupun untuk tahap pertama volume eskpor hanya satu kontainer saja, akan tetapi CPI menargetkan ekspor ini menjadi langkah awal yang sangat baik untuk berkembangnya peluang ekspor produk olahan unggas ke sejumlah negara lain.

"Setelah hampir 14 tahun, akhirnya kami bisa melakukan ekspor pertama kali ke Papua Nugini. Kami saat ini masih menindak lanjuti untuk berekspansi ke beberapa negara seperti Jepang, Timur Tengah dan negara lainnya," tutur Hadi Gunawan Tjoe, Presiden Komisaris PT. Charoen Pokphand Indonesia di Cikande, Banten (13/03).

Badan Karantina Pertanian, selaku penjamin kesehatan serta kemanan produk makanan juga telah melakukan berbagai pemeriksaan fisik dan juga tindakan karantina lainnya sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh negara tujuan.

19 Jenis Produk Ayam Olahan Indonesia  Diekspor Perdana ke Papua NuginiFoto: detikfood
"Untuk mendapatkan persetujuan calon pengimpor, ayam hidup harus berasal dari perternakan ayam yang telah menerapkan prinsip-prinsip kesehatan hewan dan telah mendapatkan sertifikat kompartemen bebas avian influenza dari direktoran jenderal kesehatan hewan. Ayam juga harus mendapatkan dukungan jaminan keamanan pangan berupa Sertifikat Veteriner dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan," ujar Mat Syukur.

Ada 19 jenis produk ayam olahan yang diekspor. "Produk ini dipesan oleh salah satu supermarket di Papua Nugini. Hal ini diharapkan bisa memotong rantai distribusi dan produk langsung sampai kepada konsumen," pungkas Hadi di Kawasan Industri Cikande, Serang, Banten.
(odi/lus)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan
Must Read close