detikfood

Selasa, 30/09/2014 14:57 WIB

Wisata Kuliner Menjadi Peluang Bisnis Menjanjikan di Indonesia

Lusiana Mustinda - detikFood
Wisata Kuliner Menjadi Peluang Bisnis Menjanjikan di Indonesia Foto: Getty Images / Detikfood
Keragaman kuliner daerah di Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia. Sebuah kekayaan budaya dan kuliner yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai bisnis professional.

Seminar ‘Menggali Ragam dan Bisnis Wisata Kuliner’ digelar kemarin (29/09) untuk peringatan World Tourism Day 2014. Acara yang digagas Omar Niode Foundation bersama World Food Travel Association serta Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dihadiri oleh sekitar 250 peserta, acara yang berlangsung di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona. Tampil sebagai pembicara beberapa pakar kuliner dan bisnis wisata.

Apa sebenarnya yang disebut wisata kuliner? Menurut Eric Wolf, selaku pionir industri wisata kuliner dunia sekaligus pendiri World Food Travel Association, merupakan pengalaman makan dna minum dari budaya lokal. Termasuk mengenal tradisi dan cara penyajian makanan.

Kuliner bukan sekedar rasa makanan, akan tetapi juga cara persiapan serta mengenal asal bahan makanan. Keunikan dari suatu tempat makan akan memberikan kesan yang positif terhadap pengunjung.

Salah satu komponen yang perlu saat akan membuat usaha kuliner adalah membuat makanan dan minuman terlihat menarik. Jika bisa melibatkan pengalaman unik, budaya juga promosi.

Bisnis kuliner juga memiliki peranan penting dalam peningkatan jumlah turis dan pendapatan dari pajak. Hal ini dibuktikan pada tahun 2013 kontribusi wisata kuliner di Indonesia mempengaruhi PDRB (produk domestik regional bruto) yang mencapai Rp 209 triliun.

Kuliner merupakan sub sektor ekonomi kreatif ke-15 yang dikembangkan sebagai produk unggulan agar menjadi daya tarik pariwisata. Sekaligus menjadi citra dan identitas bangsa.

Kuliner Indonesia merupakan titik temu atau akulturasi beragam kuliner dunia. Makanan asli Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa negara yang pernah berhubungan dengan Indonesia di masa lampau.

Pengalaman Arie Parkesit sebagai koordinator Ekspedisi Warisan Kuliner yang digagas Uniliver juga mendukung hal ini. Ekspedisi ini menyinggahi lebih dari 100 kota dan seluruh provinsi di Indonesia.

Selain mencicipi makanan, menjelajah pasar tradisional juga menjadi daya tarik tersendiri.

“ Seperti beberapa negara di Asia, harusnya beberapa kota di Indonesia dapat memperkenalkan pasar tradisional serta bahan makanan lokal kepada wisatawan asing maupun lokal. Memberi pengalam mencicipi kuliner khas serta mengenalkan bahan makanan lokal di daerah setempat,” tutur Arie Parkesit.

Menurut pengalamnnya, sentra komunitas yang ada di daerah juga berperan penting dalam mempromosikan budaya kuliner suatu daerah. Beberapa daerah seperti Jailolo memiliki komunitas kecil yang melayani masakan khas Jailolo. Para wisatawan dapat ikut memilih bahan, memasak, mencicipi dan juga bertanya mengenai asal muasal masakan tersebut.

Dalam hal ini pemerintah melalui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mulai melaukan pendataan. Pada tahun 2012 telah ditentukan 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI).

“30 IKTI sebagai langkah awal pengembangan kuliner Indonesia baik antar daerah maupun mancanegara,” tutur Dadang Rizki Ratman selaku Plt Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kemenparekraf.
(odi/lus)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan