detikfood
Selasa, 03/09/2013 14:56 WIB

Ulasan Khusus: Es Krim

Berbahayakah Es Krim yang Dibekukan dengan Nitrogen Cair?

Fitria Rahmadianti - detikFood
Minuman dan Bahan Minuman
  • Kopi Gula Creamer (3in1)
  • Kopi Plus Gula (2 in 1)
  • Bluestar
Rumah Potong Hewan
Vitamin
thumbnail Foto: Detikfood
Gerai Lin Artisan Ice Cream yang belum lama ini dibuka di Jakarta memancing perbincangan. Konon, inilah gerai es krim pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi nitrogen cair. Seperti apa proses membuatnya, dan apakah nitrogen cair aman dikonsumsi?

Nitrogen cair adalah nitrogen dalam wujud cairan bening yang memiliki suhu sangat rendah, yakni mendidih pada suhu -196 C. Zat kimia ini dihasilkan secara industri dengan distilasi fraksional udara cair. Nitrogen cair sering disingkat LIN (liquid nitrogen).

"Nitrogen cair hanyalah gas nitrogen yang tak berbahaya, yang didinginkan hingga suhu rendah sehingga menjadi cairan," ujar Profesor Peter Barham dari School of Physics University of Bristol, seperti dikutip dari BBC (09/10/12).

Nitrogen pertama kali dibuat menjadi cair pada 15 April 1883. Penggunaan nitrogen cair di bidang kulinerpun sudah disebutkan pada tahun 1890 dalam buku resep Fancy Ices karangan Agnes Marshall.

Namun, tampaknya pemakaian nitrogen cair dalam makanan baru marak akhir-akhir ini. Salah satu yang mempopulerkannya adalah chef ternama Heston Blumenthal di restorannya, The Fat Duck. Kedai es krim Smitten Ice Cream di San Fransisco, Amerika Serikat, juga menerapkan teknologi gastronomi molekuler ini.

Nitrogen cair berfungsi mendinginkan makanan secara cepat, seperti es krim. Tinggal tuangkan nitrogen cair ke dalam adonan es krim yang sedang dikocok, es krim akan jadi dalam dua menit tanpa dimasukkan ke kulkas. Apalagi uap yang dihasilkan menimbulkan kesan menarik seperti di laboratorium.

Hasilnya adalah es krim dengan tekstur lebih lembut, karena kristal es yang dihasilkan lebih kecil daripada jika dibuat dengan cara biasa. Cepatnya waktu pendinginan juga membuat es krim yang dihasilkan lebih segar tanpa memerlukan gum, kuning telur, emulsifier, atau bahan penstabil lain.Next

(odi/fit)

Halaman 1 2

 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).